• Sat, Mar 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 November 2025 15:57  |

Harga Minyak Tertahan, Pasar Wait and See—Kenapa?”

Harga minyak bergerak stabil pada hari Senin (24/11) setelah anjlok sekitar 3% pekan lalu, sementara investor menimbang peluang pemangkasan suku bunga AS terhadap prospek tercapainya kesepakatan damai Rusia–Ukraina yang bisa membuka kembali pasokan minyak Rusia melalui pelonggaran sanksi.

Amerika Serikat dan Ukraina dijadwalkan melanjutkan pembahasan rencana revisi perjanjian damai menjelang tenggat hari Kamis yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump, setelah kedua pihak menyepakati perubahan atas proposal sebelumnya yang dinilai terlalu menguntungkan Moskow.

Kontrak berjangka Brent turun 3 sen, atau 0,05%, menjadi $62,53 per barel pada 07.16 GMT. Sementara West Texas Intermediate turun 7 sen, atau 0,12%, ke $57,99 per barel. Kedua acuan tersebut sempat mencetak level penutupan terendah sejak 21 Oktober.

“Penurunan harga terutama dipicu oleh dorongan kuat Presiden Trump untuk mencapai kesepakatan damai Rusia–Ukraina, yang oleh pasar dianggap sebagai jalur cepat untuk membuka pasokan besar dari Rusia,” tulis analis IG, Tony Sycamore, dalam sebuah catatan.

Ia menambahkan bahwa langkah menuju kesepakatan tersebut jauh lebih dominan dibanding gangguan sementara akibat sanksi AS terhadap Rosneft dan Lukoil yang mulai berlaku pada hari Jumat. Sanksi itu membuat hampir 48 juta barel minyak Rusia tertahan di laut.

Trump memberikan tenggat hingga Kamis untuk tercapainya perjanjian, meski para pemimpin Eropa mendorong adanya perbaikan isi kesepakatan tersebut. Jika tercapai, kesepakatan damai berpotensi mencabut sanksi yang telah menekan ekspor minyak Rusia. Rusia merupakan produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat pada 2024, menurut U.S. Energy Information Administration.

Ketidakpastian seputar pemangkasan suku bunga AS juga membebani minat investor. Namun peluang pemangkasan bulan depan meningkat setelah Presiden The Fed New York, John Williams, mengisyaratkan kemungkinan penurunan dalam waktu dekat.

“Ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember dapat menahan sentimen bearish dengan meningkatkan selera risiko global,” kata Sugandha Sachdeva, pendiri SS WealthStreet yang berbasis di New Delhi.(yds)

Sumber: Reuters.com

 

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai