Lagarde Buka Ruang ECB Lebih Ketat
Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde mengatakan tekanan harga energi mulai menyebar ke bagian lain ekonomi Zona Euro. Dalam wawancara dengan France Culture pada hari Senin (15/6), Lagarde menegaskan ECB sudah melihat efek tidak langsung inflasi dalam beberapa pekan terakhir, termasuk risiko kenaikan upah yang dapat membuat tekanan harga lebih sulit dikendalikan.
Menurut Lagarde, ketika efek lanjutan inflasi mulai muncul, bank sentral perlu mengambil langkah kebijakan. ECB terutama memantau inflasi inti atau underlying inflation, karena indikator ini menunjukkan apakah kenaikan harga sudah meluas di luar komponen energi yang volatil. Pernyataan ini memperkuat pesan bahwa ECB belum sepenuhnya tenang meski ada peluang meredanya konflik AS–Iran.
ECB pekan lalu menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023, dengan perang Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong tekanan harga. Sejumlah pejabat ECB, termasuk Joachim Nagel dan Martins Kazaks, juga membuka ruang untuk tindakan lanjutan jika lonjakan harga energi mulai merembet ke ekonomi yang lebih luas.
Lagarde mengakui kenaikan suku bunga dapat memicu kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, ia menegaskan prioritas ECB tetap menjaga stabilitas harga. Menurutnya, jika inflasi dibiarkan keluar dari kendali, biaya untuk menurunkannya kembali akan jauh lebih besar dan lebih lama bagi konsumen maupun dunia usaha.
Terkait kesepakatan sementara AS–Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, Lagarde menyebut perkembangan itu sebagai kabar baik jika benar dikonfirmasi melalui penandatanganan memorandum dan pembukaan jalur tersebut. Pembukaan Hormuz dapat membantu menurunkan risiko energi, tetapi ECB masih akan menunggu bukti nyata sebelum mengubah sikap kebijakan.
Bagi pasar, pesan Lagarde tetap cenderung hati-hati. Jika harga energi turun setelah Hormuz dibuka, tekanan inflasi Zona Euro dapat mereda dan membantu saham serta obligasi. Namun, jika efek lanjutan ke upah dan harga inti terus menguat, ECB masih berpotensi mempertahankan kebijakan ketat atau menaikkan suku bunga lagi. Fokus pasar berikutnya adalah harga energi, inflasi inti, pertumbuhan upah, dan sinyal ECB menjelang pertemuan Juli. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id