Emas Turun di Tengah Ketegangan Baru Hormuz
Harga emas melemah pada Senin (4/5) dalam perdagangan yang cenderung tipis, setelah dolar AS menguat dan harga minyak melonjak di tengah kekhawatiran ketegangan baru di Timur Tengah. Tekanan utama datang dari lonjakan risiko gangguan pasokan energi yang kembali mengubah ekspektasi inflasi global.
Iran menyatakan angkatan lautnya telah memaksa kapal perang “musuh” berbalik saat mencoba melintasi Selat Hormuz setelah “peringatan cepat dan tegas,” menurut laporan Reuters yang mengutip televisi pemerintah Iran. Reuters menyebut laporan tersebut belum bisa segera dikonfirmasi, sementara U.S. Central Command mengatakan tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan.
Situasi memanas setelah Presiden AS Donald Trump menyebut AS akan mulai “memandu” kapal-kapal yang terjebak akibat penutupan efektif Selat Hormuz. Militer Iran kemudian memperingatkan pasukan AS agar tidak memasuki selat dan menegaskan kapal komersial tidak boleh bergerak tanpa persetujuan angkatan bersenjata Iran. Trump juga meluncurkan rencana yang ia sebut “Project Freedom” untuk membantu membuka kembali lalu lintas pelayaran di selat, meski detail operasionalnya terbatas.
Associated Press melaporkan pusat informasi maritim yang dipimpin AS membentuk “enhanced security area” di selatan rute pelayaran tradisional. Rute normal melalui selat dinilai “sangat berbahaya” karena adanya ranjau laut yang disebut belum sepenuhnya disurvei dan dimitigasi. Di saat yang sama, Brent kembali melesat di atas US$110 per barel, memperkuat kekhawatiran bahwa biaya energi yang tinggi akan mendorong inflasi di berbagai negara.
Bagi emas, jalur transmisinya datang dari kombinasi dolar yang lebih kuat dan ekspektasi suku bunga yang lebih ketat. Kenaikan minyak meningkatkan risiko inflasi, yang dapat mendorong bank sentral mengambil sikap lebih hawkish—kondisi yang biasanya menekan emas karena tidak memberikan imbal hasil. Penguatan dolar juga menjadi beban tambahan karena membuat emas lebih mahal bagi pembeli di luar AS.(yds)
Sumber: Newsmaker.id