Emas Melemah, Hawkish Fed Kalahkan Sentimen Iran
Harga emas turun pada Jumat (20/6) dan berada di jalur penurunan mingguan ketiga berturut-turut, tertekan oleh penguatan dolar AS dan sinyal hawkish Federal Reserve. Emas spot melemah 0,6% ke $4.184,33 per ons pada pukul 02.11 GMT, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1% ke $4.202,10.
Dolar AS bergerak di sekitar level tertinggi satu tahun, membuat emas yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Kondisi ini menekan permintaan emas, terutama ketika pasar juga memperhitungkan prospek suku bunga AS yang lebih tinggi.
Tekanan dari kebijakan moneter meningkat setelah The Fed mempertahankan suku bunga, tetapi proyeksi terbaru menunjukkan sembilan dari 19 pembuat kebijakan memperkirakan perlunya kenaikan suku bunga tahun ini. Rapat tersebut menjadi pertemuan pertama Kevin Warsh sebagai Ketua Fed, dengan nada yang dinilai lebih tegas terhadap inflasi.
Pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember sebesar 87%, naik dari 61% sebelum keputusan Fed, menurut CME FedWatch Tool. Bagi emas, ekspektasi suku bunga tinggi menjadi hambatan karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Reli emas yang sempat muncul setelah kesepakatan damai AS-Iran juga tidak bertahan lama. Turunnya risiko pasokan energi setelah kapal tanker kembali melintasi Selat Hormuz dan AS mencabut blokade terhadap Iran membantu meredakan kekhawatiran inflasi, tetapi belum cukup untuk mengimbangi tekanan dari dolar dan Fed.
Goldman Sachs tetap memperkirakan emas dapat naik ke $4.900 per ons pada Desember, meski target tersebut telah dipangkas dari proyeksi sebelumnya $5.400 karena bank tersebut tidak lagi memperkirakan pemangkasan suku bunga Fed tahun ini.
Logam mulia lain ikut melemah. Perak turun 1,5% ke $64,83 per ons, platinum melemah 1,3% ke $1.674,47, dan palladium turun 0,8% ke $1.268,65. Fokus pasar berikutnya tertuju pada arah dolar AS, yield Treasury, peluang kenaikan suku bunga Fed, serta keberlanjutan arus energi melalui Selat Hormuz.(yds)
Sumber: Newsmaker.id