Dolar AS Masih Gagah Usai Sinyal Hawkish The Fed
Indeks dolar AS bergerak di sekitar level 100,6 pada perdagangan Jumat (19/06) dan bertahan di posisi tertinggi sejak Mei 2025. Penguatan ini terjadi setelah investor kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada tahun ini, menyusul sinyal hawkish dari Federal Reserve atau The Fed.
Pada pertemuan Rabu, The Fed mempertahankan suku bunga sesuai dengan perkiraan pasar. Namun, perhatian investor tertuju pada proyeksi terbaru bank sentral, di mana sekitar separuh anggota FOMC kini memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga pada 2026. Sinyal ini membuat pasar menilai bahwa kebijakan moneter AS masih berpotensi tetap ketat.
The Fed juga menaikkan proyeksi inflasi untuk memperhitungkan dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah. Ketua The Fed, Kevin Warsh, tidak memberikan arahan langsung mengenai langkah kebijakan berikutnya. Meski demikian, ia menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk mengembalikan stabilitas harga dan menjaga inflasi tetap terkendali.
Sementara itu, kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku pada Kamis. Kesepakatan tersebut mengakhiri konflik berkepanjangan yang sempat mengganggu pasokan energi global dan mendorong harga minyak turun. Namun, pasar tetap lebih fokus pada arah kebijakan The Fed dan peluang pengetatan moneter lanjutan, sehingga dolar AS masih bertahan kuat. (asd)
Sumber: Newsmaker.id