• Wed, Mar 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

11 March 2026 03:08  |

Emas Naik Lagi, Dolar Melemah Usai Minyak Terkoreksi

Harga emas (XAU/USD) menguat pada Selasa (10/3) seiring dolar AS melemah dan harga minyak bergerak turun, mencerminkan korelasi dekat greenback dengan crude. Pada saat laporan ini disusun, XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$5.187 per troy ounce, naik lebih dari 0,5%.

Pergerakan harga masih didominasi faktor geopolitik. Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan operasi AS di Iran bisa segera berakhir, yang mendorong spekulasi de-eskalasi dan menekan harga minyak. Namun, Pentagon menyebut Selasa sebagai “hari paling intens” untuk serangan di dalam Iran, menurut pernyataan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, menegaskan bahwa ketidakpastian masih tinggi meski narasi pasar mulai mengarah pada kemungkinan meredanya konflik.

Di pasar energi, West Texas Intermediate (WTI) dilaporkan merosot sekitar 14% dalam sehari di tengah spekulasi konflik dapat segera mereda. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, bergerak stabil dan terakhir tercatat naik 0,14% ke 98,86.

Dari sisi kebijakan, para menteri energi G7 bertemu pada Selasa dan sepakat menunda pelepasan cadangan minyak strategis, sambil meminta International Energy Agency (IEA) melakukan penilaian situasi sebelum keputusan lanjutan diambil. Keputusan ini menambah fokus pasar pada keseimbangan antara risiko pasokan dan respons koordinasi kebijakan.

Pada sisi makro, pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi pelonggaran agresif dari Federal Reserve di tengah tekanan inflasi berbasis energi. Pasar swap memperkirakan total pemangkasan sekitar 40 bps hingga akhir tahun. Data AS terbaru menunjukkan existing home sales naik 1,7% pada Februari setelah kontraksi -5,9% pada Januari, sementara indikator ketenagakerjaan ADP Employment Change 4-week average meningkat ke 15,5 ribu dari 12,8 ribu pekan sebelumnya.

Fokus berikutnya adalah rilis inflasi AS. Data CPI Februari yang dijadwalkan keluar pada Rabu diperkirakan menahan laju inflasi utama di 2,4% (YoY), tidak berubah dari Januari, sementara core CPI diproyeksikan tetap 2,5% (YoY). Hasil data ini akan menjadi penentu arah ekspektasi suku bunga dan volatilitas lanjutan di emas, dolar, dan aset berisiko.(yds)

Sumber: newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai