Badai Ketidakpastian Angkat Emas ke Level Baru
Harga emas masih melaju kencang mendekati $5.400/oz untuk pertama kalinya pada Rabu (28/1). Sentimen “flight to safety” tetap dominan, dipicu campuran ketidakpastian ekonomi–geopolitik dan arah kebijakan AS yang belum sepenuhnya jelas.
Pada saat penulisaan XAU/USD berada di sekitar $5.376 per ons dan menyentuh puncak tertinggi baru di $5.391 per ons, sementara kontrak emas berjangka AS Februari ditutup $5.303,60.
Menurut Peter Grant (Zaner Metals), reli logam mulia saat ini terasa seperti “bergerak dengan momentum sendiri”. Ia menilai emas sudah masuk area overbought dan rawan koreksi, tetapi setiap penurunan masih cepat dibeli, sehingga target berikutnya dipandang mengarah ke $5.400.
Dari sisi kebijakan, The Fed menahan suku bunga di 3,50%–3,75% dan menekankan langkah berikutnya sangat bergantung pada data—tanpa memberi jadwal jelas kapan pemangkasan selanjutnya akan terjadi. Keputusan ini juga diwarnai voting 10–2, dengan Christopher Waller dan Stephen Miran berbeda pendapat dan memilih pemangkasan 25 bps.
Tai Wong (trader logam independen) menilai reaksi pasar pasca-pernyataan The Fed lebih berupa “naik-turun” jangka pendek, karena tidak ada sinyal bahwa bank sentral sedang terburu-buru mengambil langkah baru. Di sisi lain, Powell menyebut inflasi Desember kemungkinan masih jauh di atas target 2%, sementara Trump mengatakan akan segera mengumumkan pilihannya untuk menggantikan Powell.
Di luar faktor makro, minat institusional juga ikut menambah narasi. CEO Tether, Paolo Ardoino, mengatakan perusahaan berencana menempatkan 10%–15% portofolio investasinya ke emas fisik, menambah eksposur emas yang sudah mereka miliki. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id