Emas Turun, Insiden Hormuz Picu Kekhawatiran!
Harga emas melemah setelah kapal-kapal kembali mendapat tembakan di Selat Hormuz pada akhir pekan, memicu kekhawatiran baru soal gangguan pasokan energi yang memperkuat tekanan inflasi selama lebih dari tujuh pekan konflik di Timur Tengah. Bullion turun mendekati $4.762 per ons pada perdagangan awal, memangkas sebagian besar kenaikan 1,7% pekan lalu.
Presiden Donald Trump mengatakan Angkatan Laut AS menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran, sementara Teheran memperingatkan kapal yang mendekati selat akan dianggap melanggar gencatan senjata. Sejumlah kapal dilaporkan terpaksa membatalkan penyeberangan hanya beberapa jam setelah Iran menyatakan jalur tersebut terbuka, sehingga kembali menambah ketidakpastian logistik di titik kunci perdagangan energi global.
Perkembangan terbaru juga menekan peluang perundingan damai di Islamabad. Trump menyebut melihat peluang kesepakatan, tetapi juga kembali mengeluarkan ancaman terhadap infrastruktur Iran, sementara Iran menyatakan tidak ada “prospek yang jelas” untuk tercapainya kesepakatan. Episode ini menegaskan rapuhnya gencatan senjata yang disebut akan berakhir pada Selasa.
Di pasar lain, harga minyak melonjak pada Senin setelah sempat turun pada sesi sebelumnya ketika Iran menyatakan Hormuz “sepenuhnya terbuka”. Kontrak berjangka saham AS melemah, sementara indeks dolar menguat hingga sekitar 0,3%, yang menekan emas karena dihargakan dalam dolar AS.
Dari sisi fundamental, guncangan pasokan energi yang berkepanjangan meningkatkan risiko inflasi, sehingga bank sentral dinilai lebih mungkin menahan suku bunga atau bahkan menaikkannya, kondisi yang menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Spot gold turun 1% ke $4.780,89 per ons pada 06.57 di Singapura; perak turun 1,6% ke $79,59, sementara platinum dan palladium juga melemah, dengan Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,2%.(asd)
Sumber: Newsmaker.id