Emas Turun, Dolar Menguat Saat Hormuz Kembali Ditutup dan Minyak Melonjak!
Harga emas melemah pada Senin (20/04) di tengah menguatnya dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran inflasi setelah penutupan kembali Selat Hormuz mendorong reli harga minyak. Spot gold turun di kisaran 0,5% ke $4.807,60 per ounce (09:06 ET), sementara futures emas turun sekitar 1,1% atau sebesar $4.826,71.
Tekanan pada emas muncul ketika minyak melonjak hingga sekitar 7%, memperbesar kekhawatiran bahwa guncangan energi dapat kembali merembes ke inflasi. Ekspektasi bahwa bank sentral global bisa mempertahankan sikap ketat atau menunda pelonggaran suku bunga menjadi hambatan bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Dari sisi geopolitik, ketegangan kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump menyatakan AS menembaki dan menangkap kapal Iran yang mencoba menghindari blokade, sementara kedua pihak saling menuding pelanggaran gencatan senjata. Trump menyebut utusan AS menuju Pakistan untuk pembicaraan lanjutan, namun media Iran melaporkan Teheran belum berkomitmen pada perundingan berikutnya.
Pasar juga menyoroti bahwa reaksi emas terhadap eskalasi terlihat relatif terbatas, menandakan fokus investor masih dominan pada inflasi dan arah suku bunga AS. Sejalan dengan itu, indeks dolar naik 0,1%, yang turut menekan emas karena membuat bullion lebih mahal bagi pembeli di luar AS.
Meski terkoreksi, emas masih bergerak dalam rentang $4.700–$4.900 yang terbentuk dua pekan terakhir, mencerminkan tarik-menarik antara permintaan lindung nilai dan kekhawatiran suku bunga tinggi lebih lama. Arah jangka dekat akan sangat dipengaruhi perkembangan pembicaraan gencatan senjata, pergerakan minyak, serta dinamika dolar AS dan ekspektasi kebijakan moneter. (gn)*
Sumber: Newsmaker.id