Emas Tertahan! Hormuz dan Yield AS Batasi Pemulihan
Harga emas (XAU/USD) masih tertekan di bawah $4.800 pada sesi Asia Senin (20/4), meski sempat menarik pembeli setelah pembukaan gap bearish. Emas sempat menyentuh area $4.737–$4.738 (terendah satu pekan) sebelum pulih terbatas.
Dukungan untuk dolar AS datang dari meningkatnya ketegangan AS-Iran terkait Selat Hormuz, yang mendorong permintaan aset safe haven dan membebani logam mulia. Kondisi ini membuat pemulihan emas tidak kuat, meski USD sempat mundur dari puncak satu pekan.
Di sisi lain, reli tajam harga minyak menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi. Kenaikan yield ini menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga kenaikan intraday tertahan hingga sekitar $4.815.
Ketegangan geopolitik dipicu langkah Angkatan Laut AS mencegat dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman sebagai bagian dari blokade. Iran menilai langkah tersebut melanggar gencatan senjata dan kembali menutup jalur strategis itu setelah sempat dibuka singkat, sementara Presiden Donald Trump menyatakan blokade terhadap pelabuhan Iran akan berlanjut sampai ada kesepakatan damai.
Meski demikian, ruang penguatan dolar dinilai terbatas karena pasar melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed menurun. Alat CME FedWatch menunjukkan peluang sekitar 40% pemangkasan suku bunga pada akhir tahun, yang ikut menahan penguatan USD dan memberi bantalan bagi emas. Dengan tidak adanya rilis data penting AS, pergerakan emas dan dolar dinilai akan sangat bergantung pada perkembangan terbaru isu AS-Iran.
5 inti poin :
- Emas masih di bawah $4.800; sempat jatuh ke $4.737–$4.738 lalu pulih terbatas.
- Ketegangan AS-Iran dan risiko Hormuz menopang USD dan menekan emas.
- Lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi, mendorong yield AS naik, sehingga membatasi kenaikan emas hingga sekitar $4.815.
- AS menyita kapal Iran; Iran menilai pelanggaran gencatan senjata dan kembali mengetatkan akses, sementara Trump menegaskan blokade berlanjut sampai ada deal.
- Ekspektasi The Fed lebih dovish (FedWatch sekitar 40% peluang pemangkasan akhir tahun) menahan penguatan USD dan memberi dukungan terbatas bagi emas; fokus pasar tetap pada headline AS-Iran.(asd)
Sumber: Newsmaker.id