• Mon, Jul 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 July 2026 09:09  |

Emas Melemah, Minyak Menguat akibat Konflik AS-Iran

Harga emas bergerak fluktuatif dan cenderung melemah sepanjang pekan kemarin. Pada awal perdagangan, emas sempat memperoleh dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar serta tanda-tanda perlambatan pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Namun, penguatan dolar AS dan aksi ambil untung membatasi ruang kenaikan harga.

Tekanan terhadap emas meningkat seiring lonjakan harga minyak dan memburuknya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap tinggi, sehingga Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Emas sempat berbalik menguat setelah dolar AS melemah dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat menurun. Peningkatan permintaan terhadap aset aman juga memberikan dukungan, meskipun pemulihan harga masih terbatas akibat kekhawatiran terhadap inflasi dan ketidakpastian arah kebijakan moneter.

Secara keseluruhan, emas menutup pekan dalam kondisi melemah. Pergerakan harga dipengaruhi oleh kombinasi penguatan dolar AS, perubahan ekspektasi suku bunga Federal Reserve, kenaikan harga energi, serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent mencatat pergerakan tajam sepanjang pekan. Harga sempat berada di bawah US$72 per barel setelah arus pelayaran melalui Selat Hormuz mulai pulih dan OPEC+ menyetujui peningkatan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari untuk periode berikutnya.

Minyak kemudian melonjak hingga mendekati US$80 per barel setelah ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Pencabutan dispensasi penjualan minyak Iran, serangan terhadap kapal tanker, serta ancaman serangan tambahan dan blokade baru meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Setelah mengalami lonjakan tajam, harga Brent terkoreksi ke kisaran US$75–US$75,50 per barel karena investor kembali menilai dampak konflik terhadap pasokan. Meski melemah pada akhir perdagangan, Brent tetap membukukan kenaikan mingguan sekitar 4,7%.

Secara keseluruhan, pasar minyak masih ditopang oleh tingginya risiko geopolitik dan gangguan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, potensi kenaikan pasokan dari OPEC+ serta berlanjutnya pembicaraan antara Washington dan Teheran membatasi penguatan harga lebih lanjut.

Skenario Gold Minggu Ini

Harga emas pekan ini masih cenderung melemah. Setelah menutup pekan lalu di level US$4.119, harga turun dan sempat menyentuh area US$4.061.

Selama emas masih berada di bawah US$4.120, tekanan jual masih berpotensi berlanjut menuju US$4.060 hingga US$4.000. Namun, jika harga mampu kembali menembus US$4.120, peluang rebound ke area US$4.150–US$4.170 mulai terbuka.

Secara keseluruhan, arah emas pekan ini masih bearish dan volatil, dipengaruhi penguatan dolar AS, kekhawatiran inflasi, serta ekspektasi suku bunga The Fed tetap tinggi.

Sementara BCO atau Brent untuk satu pekan ke depan masih berpeluang menguat, tetapi pergerakannya diperkirakan tetap fluktuatif. Setelah pekan lalu ditutup di US$75,98 per barel, harga kini mendapat dorongan dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap pasokan minyak.

Area US$80 menjadi batas penting. Jika mampu ditembus, harga berpotensi naik menuju US$82–US$84. Namun, jika gagal bertahan di atas US$80, Brent dapat terkoreksi kembali ke kisaran US$76–US$77.

Secara keseluruhan, arah BCO pekan ini cenderung bullish, tetapi tetap rawan koreksi apabila ketegangan geopolitik mereda atau pasokan global meningkat.

 

DISCLAIMER

Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.

 

 

 

Related News

Gold Corner

Analisis Mingguan Pergerakan Emas,Perak dan Minyak (21–25 ...

Selama periode 21 hingga 25 Juli, pasar komoditas global menunjukkan pergerakan yang sangat dinamis, dipengaruhi oleh gejolak...

28 July 2025 11:22
Gold Corner

BCO Weekly Review And Forecast.

Harga minyak turun pada hari Senin (16/6), memangkas lonjakan 7% pada hari Jumat, karena serangan militer baru oleh Israel da...

23 June 2025 10:35
Gold Corner

BCO Weekly Review And Forecast.

Minyak anjlok lebih dari 7% pada hari Senin (23/6) karena respons Iran terhadap serangan militer AS menyelamatkan infrastrukt...

30 June 2025 09:40
Gold Corner

BCO Weekly Review And Forecast.

Harga minyak turun tipis pada hari Senin (30/6) karena investor mempertimbangkan meredanya risiko Timur Tengah dan kemungkina...

7 July 2025 09:40
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai