• Thu, Jun 25, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 June 2026 07:25  |

BoJ Buka Sinyal Kenaikan Bunga

Bank of Japan atau BoJ kembali memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih berlanjut. Dalam Summary of Opinions dari rapat bulan Juni, para pembuat kebijakan menilai bahwa langkah menaikkan suku bunga secara bertahap masih tepat dilakukan, selama perekonomian dan inflasi Jepang bergerak sesuai dengan proyeksi bank sentral.

Pandangan tersebut muncul karena inflasi dasar Jepang mendekati target 2%. Pada saat yang sama, kondisi keuangan masih dianggap cukup longgar, sehingga BoJ melihat masih ada ruang untuk mengurangi stimulus moneter. Artinya, bank sentral Jepang mulai merasa perlu menyesuaikan kebijakan agar tidak terlalu tertinggal dari tekanan inflasi yang berkembang.

Beberapa anggota BoJ menilai suku bunga kebijakan Jepang saat ini masih berada di bawah estimasi suku bunga netral, yang diperkirakan berada di sekitar 2%. Suku bunga netral adalah tingkat yang tidak terlalu mendorong, tetapi juga tidak terlalu menekan perekonomian. Oleh karena itu, sebagian pembuat kebijakan menilai suku bunga perlu dibawa lebih dekat ke level tersebut agar BoJ punya ruang lebih besar untuk menyesuaikan kebijakan ke depan.

Ada juga pandangan bahwa kenaikan suku bunga secara perlahan setiap beberapa bulan dapat membantu BoJ menghindari pengetatan yang terlalu agresif di kemudian hari. Dengan langkah bertahap, bank sentral dapat menjaga inflasi tetap terkendali tanpa memberikan kejutan besar ke pasar keuangan, dunia usaha, dan konsumen. Strategi ini juga dinilai dapat memberikan sinyal buruk jika kondisi ekonomi berubah.

Namun, tidak semua anggota mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam waktu dekat. Salah satu anggota memperingatkan bahwa suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan investasi bisnis, meningkatkan permintaan, dan memicu penurunan inflasi, produksi, serta lapangan kerja secara bersamaan. Oleh karena itu, anggota tersebut menilai BoJ sebaiknya menahan suku bunga terlebih dahulu sambil melihat perkembangan data ekonomi berikutnya.

Sinyal dari BoJ ini membuat pasar semakin mencermati arah yen dan imbal hasil obligasi Jepang. Jika BoJ benar-benar melanjutkan kenaikan suku bunga, yen berpotensi mendapat dukungan karena selisih suku bunga dengan negara lain dapat menyempit. Namun, jika kenaikan dilakukan terlalu cepat, risiko perlambatan ekonomi Jepang bisa meningkat. Oleh karena itu, pasar akan apakah BoJ memilih jalur menunggu secara bertahap atau tetap berhati-hati dalam beberapa bulan ke depan. (asd)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

FISCAL

BoJ Buka Sinyal Kenaikan Bunga

Bank of Japan atau BoJ kembali memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih berlanjut. Dalam Summary of Opinions dari rapat...

24 June 2026 07:25
FISCAL

Bessent Sentil BOJ: Tertinggal Hadapi Inflasi

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Bank of Japan tertinggal dalam menangani inflasi, dalam sebuah komentar langka y...

14 August 2025 08:26
FISCAL

BOJ Diperkirakan Naikkan Suku Bunga Karena Inflasi Terdorong...

Anggota Dewan Bank of Japan (BOJ), Junko Koeda pada hari Kamis (21/5), menyatakan bank sentral kemungkinan akan menaikkan suk...

21 May 2026 16:26
FISCAL

Pejabat BOJ Beri Sinyal Jeda dalam Kenaikan Suku Bunga untuk...

Gubernur Kazuo Ueda dan seorang kolega memberi sinyal bahwa Bank Jepang akan berhenti sejenak dalam mempertimbangkan kenaikan...

17 April 2025 15:20
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai