• Thu, Jun 18, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 June 2026 01:14  |

The Fed Tahan Suku Bunga, Pasar Fokus ke Arah Kebijakan Kevin Warsh

Federal Reserve atau The Fed Amerika Serikat kembali mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Juni 2026. Suku bunga tetap berada di kisaran 3,50%–3,75%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Keputusan ini menjadi penahanan suku bunga untuk keempat kalinya secara berturut-turut, sekaligus menjadi pertemuan pertama Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa The Fed masih memilih berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan moneter. Meski harga minyak mulai turun setelah adanya perkembangan kesepakatan AS-Iran terkait Selat Hormuz, tekanan inflasi di Amerika Serikat dinilai belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini membuat bank sentral belum memiliki ruang yang cukup kuat untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Fokus pasar kini bergeser ke pernyataan Kevin Warsh dan proyeksi terbaru The Fed. Investor ingin melihat apakah bank sentral akan tetap membuka peluang pelonggaran kebijakan, atau justru menghapus bias pelonggaran dan memberi sinyal lebih hawkish. Nada komunikasi ini penting karena dapat memengaruhi arah Dolar AS, imbal hasil obligasi, pasar saham, hingga harga emas.

Bagi pasar keuangan, suku bunga yang tetap tinggi cenderung mendukung Dolar AS dan menahan ruang penguatan emas. Namun, jika The Fed memberi sinyal bahwa inflasi mulai terkendali dan tidak ada kenaikan suku bunga tambahan, tekanan terhadap emas dapat berkurang. Sebaliknya, jika Warsh menegaskan bahwa risiko inflasi masih kuat, Dolar AS berpotensi tetap solid dan emas bisa kembali tertekan.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati data inflasi, tenaga kerja, penjualan ritel, serta perkembangan harga energi. Selama inflasi belum bergerak lebih dekat ke target 2%, The Fed kemungkinan masih akan menjaga suku bunga di level tinggi. Dengan demikian, keputusan kali ini bukan hanya soal suku bunga yang ditahan, tetapi juga tentang arah kebijakan The Fed di bawah kepemimpinan baru Kevin Warsh.(Cay)

Sumber: Newsmaker.id

 

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai