Dolar Menguat Pasca Fed Tahan Suku Bunga
Dolar AS menguat pada Rabu (17/6) setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga dalam pertemuan kebijakan pertama yang dipimpin Kevin Warsh. Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar, tetapi pernyataan The Fed tetap menunjukkan fokus kuat pada stabilitas harga.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama termasuk yen dan euro, naik 0,5% ke 100,04. Penguatan ini mencerminkan respons pasar terhadap sikap The Fed yang belum memberi sinyal pelonggaran kebijakan.
Federal Open Market Committee mempertahankan target suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Dalam pernyataannya, komite menyebut keputusan tersebut diambil untuk mendukung mandat ganda The Fed, yakni stabilitas harga dan kondisi ketenagakerjaan.
The Fed juga menegaskan kembali kebijakan untuk menjaga cadangan yang cukup dalam sistem perbankan. Pernyataan ini menunjukkan bank sentral tetap berhati-hati dalam mengelola likuiditas, terutama ketika inflasi masih menjadi perhatian utama.
Bagi pasar valuta asing, keputusan ini mendukung dolar karena suku bunga AS tetap berada di level tinggi. Jika The Fed mempertahankan nada hati-hati terhadap inflasi, yield AS dapat tetap menarik bagi investor global dan memberi dukungan tambahan bagi greenback.
Fokus berikutnya tertuju pada konferensi pers Kevin Warsh, arah proyeksi suku bunga, dan respons pasar obligasi. Selama The Fed belum membuka ruang pelonggaran yang jelas, dolar AS berpotensi tetap ditopang oleh ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.(yds)
Sumber: Newsmaker.id