• Thu, Jun 18, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 June 2026 03:21  |

Wall Street Melemah Pasca Fed Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga

Saham AS ditutup melemah pasca Federal Reserve mempertahankan suku bunga, tetapi memberi sinyal bahwa kenaikan masih mungkin terjadi tahun ini. S&P 500 turun 1,2%, Nasdaq 100 melemah 1%, sementara Dow Jones kehilangan 507 poin dari rekor tertingginya.

Tekanan muncul setelah Summary of Economic Projections dari pertemuan Juni menunjukkan separuh anggota FOMC memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga atau lebih pada tahun ini. Proyeksi tersebut memperkuat pandangan bahwa The Fed belum melihat inflasi sebagai risiko yang sepenuhnya terkendali.

Data inflasi dasar yang mengarah pada kenaikan harga dan pasar tenaga kerja yang masih kuat menjadi alasan utama sikap hati-hati bank sentral. Meski ekonomi menghadapi tekanan dari perang Iran, kondisi tenaga kerja yang solid memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.

Ketua Fed Kevin Warsh tidak memasukkan dot dalam proyeksi suku bunga, mencerminkan niatnya untuk mengubah kerangka komunikasi moneter bank sentral. Sikap ini membuat pasar menilai arah kebijakan The Fed dapat menjadi kurang bergantung pada panduan eksplisit dan lebih responsif terhadap data.

Aset berisiko mendapat tekanan karena selloff di pasar Treasury mendorong yield lebih tinggi. Dalam transmisi pasar, yield yang naik meningkatkan biaya diskonto terhadap valuasi saham, terutama pada sektor teknologi besar yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga.

Saham Magnificent Seven memimpin pelemahan. Meta turun 4,2%, Microsoft melemah 3,6%, Alphabet terkoreksi 2,4%, dan Amazon turun 3,1%. Tekanan ini menunjukkan investor kembali mengurangi eksposur pada saham berkapitalisasi besar setelah sinyal Fed dinilai lebih hawkish.

Berbeda dengan teknologi besar, saham chip masih melanjutkan reli. Micron naik 2,2%, Marvell menguat 3,9%, dan Intel bertambah 3,5%. Pergerakan ini memperlihatkan rotasi selektif di sektor teknologi, dengan minat beli masih bertahan pada sebagian saham semikonduktor.

Sementara itu, AS dan Iran tetap berada di jalur untuk menandatangani kesepakatan mereka. Namun, sentimen geopolitik tersebut belum cukup untuk mengimbangi tekanan dari prospek suku bunga AS. Fokus pasar berikutnya tertuju pada arah yield Treasury, komunikasi lanjutan Warsh, dan apakah data inflasi mendatang memperkuat peluang kenaikan suku bunga tahun ini.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!

Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan ...

15 May 2026 08:00
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai