Kepemimpinan Warsh Diawali Dengan Nada Hawkish dan Janji Reformasi
Federal Reserve memberi sinyal yang lebih hawkish melalui proyeksi ekonomi terbaru, meski tetap mempertahankan suku bunga. Pesan utama dari Summary of Economic Projections menunjukkan bank sentral kini melihat inflasi bertahan lebih tinggi lebih lama, sementara arah suku bunga juga bergerak naik dibandingkan proyeksi sebelumnya.
Proyeksi inflasi PCE untuk akhir 2026 dinaikkan menjadi 3,6% dari 2,7% pada proyeksi Maret. Perkiraan inflasi inti juga direvisi lebih tinggi, sementara The Fed masih melihat inflasi baru kembali ke target 2% pada 2028. Revisi ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga tetap menjadi fokus utama kebijakan.
Proyeksi suku bunga ikut bergerak lebih tinggi. Median estimasi Federal Funds Rate pada akhir 2026 naik menjadi 3,8% dari 3,4%, dengan jalur suku bunga untuk 2027 dan 2028 juga dinaikkan. Di sisi lain, proyeksi pertumbuhan hanya dipangkas tipis, sementara estimasi pengangguran sedikit membaik, menandakan The Fed lebih khawatir terhadap inflasi daripada pelemahan ekonomi.
Dalam konferensi pers pertamanya sebagai Ketua The Fed, Kevin Warsh menegaskan kembali pesan tersebut. Ia berulang kali menyebut inflasi masih jauh di atas target dan menekankan bahwa komitmen komite untuk mengembalikan stabilitas harga bersifat bulat serta jelas. Warsh juga menyatakan harga yang tetap tinggi masih membebani rumah tangga.
Warsh sekaligus memberi sinyal perubahan besar dalam cara The Fed berkomunikasi dengan pasar. Ia menyebut pernyataan kebijakan baru dibuat lebih singkat, sederhana, dan berbasis fakta. Ia juga membela keputusan untuk menghapus forward guidance, dengan alasan kondisi ekonomi yang tidak pasti membuat bank sentral sebaiknya tidak terlalu jauh memberi sinyal keputusan masa depan.
Perubahan paling penting datang dari rencana peninjauan luas terhadap kerangka kebijakan The Fed. Warsh mengumumkan lima task force yang akan mengkaji komunikasi, neraca bank sentral, sumber data, produktivitas dan ketenagakerjaan, serta kerangka inflasi. Tinjauan ini juga mencakup SEP, dengan kemungkinan perubahan kerangka komunikasi sebelum akhir tahun.
Dari sisi ekonomi, Warsh memberi penilaian yang relatif konstruktif. Ia menyebut pasar tenaga kerja masih stabil, data pekerjaan bergerak ke arah yang lebih baik, dan tren lebih penting dibandingkan satu rilis data. Ia juga menilai kebijakan moneter terutama terasa ketat di sektor perumahan, sementara kondisi keuangan di bagian ekonomi lain tidak terlihat terlalu terbatas.
Artificial intelligence (AI) juga masuk dalam pembahasan kebijakan. Warsh mengatakan pembuat kebijakan membahas perkembangan AI dan produktivitas, dengan melihat teknologi tersebut sebagai peluang besar sekaligus sumber risiko. Fokus ini menunjukkan The Fed mulai memasukkan faktor produktivitas baru dalam penilaian ekonomi jangka menengah.
Bagi pasar, pesan dari pertemuan ini jelas: The Fed belum siap memberi ruang pelonggaran, inflasi diperkirakan bertahan lebih lama, dan arah komunikasi bank sentral akan berubah di bawah Warsh. Implikasinya, yield dan dolar AS dapat tetap ditopang, sementara aset sensitif suku bunga seperti saham pertumbuhan dan emas berpotensi lebih selektif dalam merespons data inflasi berikutnya.(yds)
Sumber: Newsmaker.id