• Thu, Aug 20, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 August 2026 03:57  |

Trump Kritik Fed, Desak Turunkan Suku Bunga AS Secepatnya

Presiden AS Donald Trump kembali mengkritik kebijakan Federal Reserve pada Rabu (19/8), menilai suku bunga seharusnya dapat diturunkan lebih cepat meskipun data ekonomi masih relatif kuat. Trump menilai kondisi ekonomi yang baik tidak seharusnya menjadi alasan bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat terlalu lama.

Trump kembali mempertanyakan sikap sejumlah anggota Federal Open Market Committee (FOMC), meskipun ia memberikan dukungan kepada Ketua Fed Kevin Warsh yang mulai menjabat pada Mei. Menurut Trump, keputusan suku bunga tidak hanya dipengaruhi kondisi ekonomi, tetapi juga dinamika pandangan di dalam dewan Fed.

Kritik tersebut muncul di tengah tingginya biaya pinjaman AS. Trump menilai suku bunga yang lebih rendah dibutuhkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi beban pembiayaan utang pemerintah yang telah mendekati US$40 triliun. Ekonomi AS sendiri hanya tumbuh sekitar 1,5% secara tahunan pada kuartal kedua, lebih lambat dibanding 2,1% pada kuartal sebelumnya.

Namun, risalah FOMC Juli justru menunjukkan banyak pejabat Fed masih mempertimbangkan perlunya kenaikan suku bunga apabila inflasi gagal melambat lebih lanjut. Walaupun data inflasi terbaru mulai menunjukkan perbaikan, tingkat inflasi tahunan masih berada di atas target 2% The Fed, sehingga risiko pengetatan tambahan belum sepenuhnya hilang.

Trump juga membandingkan biaya pinjaman AS dengan sejumlah negara lain, termasuk Swiss yang memiliki suku bunga jauh lebih rendah. Meski demikian, ia menegaskan tidak melihat adanya krisis serius di pasar obligasi AS. Pada hari yang sama, Departemen Keuangan AS meningkatkan program buyback Treasury tenor panjang untuk membantu meredakan lonjakan yield dan memperbaiki likuiditas pasar.

 

Analisis Newsmaker: tekanan politik agar suku bunga diturunkan kini semakin berhadapan dengan sikap Fed yang masih waspada terhadap inflasi. Jika data ekonomi terus melemah dan inflasi turun, peluang pelonggaran kebijakan dapat membesar dan menekan dolar serta yield Treasury. Sebaliknya, jika inflasi kembali naik akibat harga energi dan konflik Timur Tengah, The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga perbedaan pandangan antara Gedung Putih dan bank sentral dapat semakin tajam.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai