Iran Redam Spekulasi, Pembicaraan di Pakistan Belum Dimulai
Iran menegaskan bahwa tidak ada delegasi yang dikirim ke Pakistan untuk pembicaraan dengan Amerika Serikat, sehingga pertemuan yang ramai dibicarakan di media sosial belum dapat dianggap benar-benar terjadi. Media pemerintah Iran melalui Tasnim menyebut laporan soal tim negosiasi yang telah tiba di Islamabad sebagai klaim yang “sepenuhnya salah,” dan menegaskan bahwa status pembicaraan masih ditangguhkan.
Sebelumnya, sejumlah laporan media internasional memang menyebut Islamabad akan menjadi tuan rumah perundingan akhir pekan ini, dengan delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance. Reuters juga melaporkan Pakistan sedang menjalankan upaya mediasi berisiko tinggi untuk mempertemukan Washington dan Teheran, sehingga muncul ekspektasi bahwa proses diplomatik akan segera berjalan. Namun, bantahan terbaru dari Iran membuat pasar harus membedakan antara jadwal yang direncanakan dan pertemuan yang benar-benar telah dimulai.
Kebingungan ini kemungkinan dipicu oleh arus informasi yang saling bertabrakan. Di satu sisi, ada media yang melaporkan delegasi Iran telah mendarat di Islamabad, sementara di sisi lain media resmi Iran justru menolak laporan tersebut. Ada pula laporan bahwa unggahan diplomat Iran terkait kedatangan tim ke Pakistan sempat muncul lalu dihapus, yang semakin menambah spekulasi di ruang publik dan media sosial.
Bagi pasar, perkembangan ini penting karena menunjukkan bahwa optimisme soal diplomasi masih sangat rapuh. Selama belum ada konfirmasi resmi bahwa pembicaraan benar-benar dimulai, sentimen terhadap minyak, emas, dolar, dan aset berisiko masih akan mudah berubah. Artinya, narasi “talks underway” saat ini masih terlalu dini, dan posisi yang lebih aman adalah menganggap pertemuan belum terjadi atau setidaknya belum terkonfirmasi resmi berlangsung.(Zaf)
Sumber: Newsmaker.id