AS Minta Kamboja-Thailand Akhiri Konflik Mematikan
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyerukan Kamboja dan Thailand untuk mengakhiri kekerasan saat kedua negara melanjutkan pembicaraan untuk mengakhiri bentrokan mematikan yang telah berlangsung selama berminggu-minggu.
Rubio mengulangi keinginan Presiden Donald Trump untuk perdamaian dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, menurut pernyataan dari AS pada hari Kamis (24/12).
“Menteri Rubio lebih lanjut menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat siap untuk memfasilitasi diskusi untuk memastikan perdamaian dan stabilitas antara Kamboja dan Thailand,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott dalam pernyataan tersebut.
Thailand dan Kamboja berbicara untuk pertama kalinya sejak bentrokan dimulai pada 7 Desember, dengan setidaknya 44 orang tewas dan lebih dari setengah juta warga sipil mengungsi di kedua sisi perbatasan. Bentrokan selama lima hari pada bulan Juli berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata awal yang dimediasi oleh Malaysia dan AS. (Arl)
Sumber: Bloomberg.com