• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

12 December 2025 07:52  |

Trump Siap Bantu Ukraina, Tapi Geram karena Damai Tak Kunjung Jadi

Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington bersedia memberikan bantuan keamanan kepada Ukraina sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Rusia. Ia menegaskan, dukungan keamanan adalah faktor penting untuk menyelesaikan konflik tersebut. Namun, Trump juga menyatakan kekecewaannya karena menurutnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy belum cukup mudah menerima rencana perdamaian yang diajukan AS, sehingga menambah tekanan ke Kyiv yang sebelumnya menolak proposal yang dinilai terlalu menguntungkan Moskow.

Trump mengaku “sangat frustrasi” dengan lambatnya proses perundingan dan tidak ingin lagi terjebak dalam pertemuan tanpa hasil. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan Trump “muak dengan pertemuan hanya demi pertemuan” dan kini menuntut tindakan nyata. AS bahkan belum memastikan apakah akan mengirim perwakilan ke pertemuan akhir pekan di Eropa terkait tawaran terbaru AS, yang disebut sebagai versi ringkas dari rencana 28 poin yang meminta konsesi besar dari Ukraina. Trump menegaskan, AS hanya akan hadir jika peluang tercapainya kesepakatan dinilai cukup besar.

Di sisi lain, Zelenskiy mulai membuka wacana untuk menggelar referendum di Ukraina, termasuk kemungkinan meminta rakyat memutuskan apakah akan menyerahkan wilayah Donbas kepada Rusia. Isu wilayah menjadi pusat perdebatan, karena Kremlin bersikeras Ukraina menarik pasukannya dari Donetsk dan Luhansk, dua wilayah timur yang gagal direbut penuh oleh militer Rusia selama hampir empat tahun perang. Zelenskiy sebelumnya juga telah menyerahkan draf rencana perdamaian 20 poin ke Gedung Putih, yang ia sebut sebagai “dokumen fundamental” untuk mengakhiri perang.

Meski Trump menyamakan proses ini dengan “kesepakatan real estat yang kompleks dikali seribu”, situasi di lapangan jauh dari mudah. Ukraina menghadapi kekurangan personel militer, sementara pasukan Rusia terus meraih kemajuan darat secara perlahan. Kondisi ini membuat Presiden Rusia Vladimir Putin memiliki sedikit insentif untuk mengakhiri invasi. Sementara bantuan militer langsung AS ke Ukraina telah berkurang drastis, Trump lebih mendorong sekutu NATO membeli senjata AS untuk dikirimkan ke Kyiv. Bentuk pasti jaminan keamanan dari AS masih belum jelas dan menjadi topik negosiasi intens antara Gedung Putih dan pejabat Ukraina dalam beberapa hari terakhir. (az)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai