• Wed, Jul 1, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 July 2026 04:36  |

AS-Iran Belum Bertemu Langsung, Qatar Jadi Penengah

Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, menegaskan kembali peran negaranya sebagai mediator dalam pembicaraan antara AS dan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan pada Selasa (30/6), menurut Kementerian Luar Negeri Qatar.

Pertemuan itu melibatkan utusan Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu Presiden Donald Trump. Para pejabat membahas perkembangan terbaru dalam proses negosiasi antara Washington dan Teheran, yang masih berlangsung di tengah situasi kawasan yang rapuh.

Sheikh Mohammed menyatakan dukungan Qatar terhadap seluruh jalur pembahasan yang berasal dari memorandum kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa Doha masih berupaya menjaga ruang diplomasi tetap terbuka, meskipun belum ada kepastian mengenai kemajuan pembicaraan langsung.

Kementerian Luar Negeri Qatar tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isu spesifik yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Namun, pembicaraan ini berlangsung saat pasar dan komunitas internasional terus memantau kelanjutan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran.

Sebelumnya, Iran disebut belum bersedia menggelar pertemuan langsung dengan utusan Amerika Serikat. Kondisi ini membuat peran Qatar sebagai mediator menjadi semakin penting, terutama untuk menjaga komunikasi tidak langsung antara kedua pihak.

Bagi pasar global, perkembangan diplomasi AS-Iran tetap menjadi perhatian utama karena berkaitan dengan stabilitas Timur Tengah dan jalur energi strategis Selat Hormuz. Jika mediasi Qatar mampu menjaga pembicaraan tetap berjalan, risiko geopolitik dapat mereda dan tekanan pada harga minyak berpotensi berkurang.

Namun, selama belum ada kesepakatan permanen dan pembicaraan langsung belum terjadi, ketidakpastian masih akan membayangi pasar. Investor kemungkinan tetap berhati-hati terhadap perkembangan geopolitik, terutama jika muncul kembali gangguan terhadap pelayaran atau pasokan energi dari kawasan Teluk. (arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

China Konfirmasi Kunjungan Trump, Pasar Siaga!

Tiongkok mengumumkan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada 13–15 Mei, dengan agenda pertemuan tingkat...

11 May 2026 08:12
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai