AS, Israel, dan Iran Percepat Serangan Jelang Tenggat Trump
Amerika Serikat dan Israel disebut berupaya memaksa Iran membuka kembali Selat Hormuz, menurut pejabat AS dan Israel. Ketegangan meningkat pada Selasa ketika prospek kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran tampak kian menjauh, mendorong percepatan intensitas serangan ke berbagai arah.
Israel dilaporkan menyerang delapan jembatan jalan dan rel kereta di Iran, sementara AS menghantam instalasi militer di Pulau Kharg di Teluk Persia. Iran membalas dengan upaya serangan terhadap fasilitas energi di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), memperluas risiko gangguan terhadap infrastruktur energi kawasan.
Eskalasi terjadi setelah Iran menarik diri dari negosiasi dengan AS, menurut tiga pejabat senior Iran yang berbicara anonim. Keputusan itu disebut sebagai respons atas ancaman Presiden Donald Trump yang menyatakan akan memusnahkan “seluruh peradaban” Iran jika para pemimpin Teheran tidak memenuhi tuntutannya sebelum tenggat pukul 20.00 waktu AS bagian timur (ET).
Pejabat AS dan Israel mengatakan peningkatan serangan bertujuan menekan Iran agar membuka jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, yang menjadi syarat utama Trump untuk melonggarkan tekanan. Mereka berbicara dengan syarat anonim karena membahas operasi yang sensitif.
AS melakukan rangkaian lebih dari 90 serangan di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran, pada Selasa dini hari. Seorang pejabat militer AS menggambarkan serangan itu sebagai “restrikes,” yakni menghantam kembali target yang sebelumnya sudah diserang untuk memastikan kerusakan yang lebih besar.
Serangan Israel disebut meluas di berbagai wilayah Iran. Mayoritas menyasar infrastruktur transportasi, namun setidaknya satu serangan mengenai fasilitas petrokimia di kota Shiraz. Dalam beberapa hari terakhir, Israel juga menyerang sejumlah fasilitas petrokimia lain yang diklaim digunakan Iran untuk memproduksi bahan peledak dan material bagi rudal balistik.
Media pemerintah Iran melaporkan sebuah sinagoge hancur akibat serangan Israel. Homayoun Sameyah Najafabadi, perwakilan komunitas Yahudi di parlemen Iran, mengatakan gulungan Taurat di Sinagoge Rafi-Nia kini tertimbun puing, menurut Press TV. Militer Israel, melalui akun X berbahasa Persia, menyatakan penyesalan atas “kerusakan kolateral” dan menyebut sinagoge itu terdampak ketika mereka menargetkan seorang komandan senior pada Selasa malam.
Iran menembakkan rudal ke Israel serta melintasi Teluk Persia ke arah Arab Saudi dan UEA, dengan pihak-pihak tersebut mengatakan mereka mencegat gelombang serangan. Kementerian pertahanan Arab Saudi menyatakan puing rudal yang dicegat jatuh di dekat fasilitas energi di wilayah timur dan kerusakan masih dinilai. Otoritas Sharjah di UEA melaporkan insiden rudal balistik Iran yang menargetkan gedung administrasi perusahaan telekomunikasi; dua warga Pakistan mengalami luka sedang dan dirawat di rumah sakit.
Israel Defense Forces melaporkan dua gelombang serangan rudal dari Iran dalam rentang kurang dari 30 menit menjelang pukul 19.00 waktu setempat. Polisi menyebut petugas dikerahkan ke sejumlah lokasi yang terdampak puing, tanpa korban jiwa yang diketahui. Secara keseluruhan, layanan darurat nasional Israel, Magen David Adom, mengatakan 25 orang terluka dalam sehari terakhir akibat serangan rudal dan roket dari Iran serta kelompok proksi Lebanon, Hizbullah.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id