• Tue, Apr 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

7 April 2026 12:05  |

Wacana Kuasai Minyak Iran Muncul, Pasar Siaga Eskalasi

Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan gagasan untuk mengambil alih sektor minyak Iran, dengan salah satu pertimbangan yang dibahas di lingkarannya adalah memperluas dominasi energi AS untuk menambah daya tawar terhadap China. Trump menyampaikan ide itu di Gedung Putih pada Senin, sembari mengakui risikonya karena dapat memperdalam keterlibatan AS di Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan ia ingin “mengambil minyak” Iran dan mempertahankannya, namun juga menyinggung sensitivitas politik domestik karena publik AS menginginkan perang segera diakhiri. Dalam materi yang beredar, gagasan ini dikaitkan dengan upaya memaksimalkan pengaruh AS atas arus minyak global di tengah perang Iran dan gangguan pasar energi.

Orang-orang yang memahami pembahasan tersebut menilai Trump melihat potensi kontrol atas aliran energi Iran sebagai kartu tambahan dalam hubungan dengan Presiden China Xi Jinping, di saat China merupakan importir minyak utama. Dalam kerangka pikir itu, pembatasan pasokan akibat perang dan tersendatnya arus melalui Selat Hormuz dinilai dapat mengurangi ruang gerak Beijing.

Namun, rencana penguasaan jangka panjang atas sektor energi Iran dipandang sebagai operasi yang sangat besar, berbiaya tinggi, dan berisiko memunculkan pertanyaan hukum internasional. Seorang pejabat Gedung Putih juga disebut memperingatkan bahwa belum ada rencana formal, dan gagasan tersebut bukan bagian dari program saat ini.

Dari sisi geopolitik yang lebih luas, pembacaan Beijing tidak selalu sejalan dengan Washington. Dalam narasi yang sama, China disebut telah menyiapkan bantalan melalui cadangan, peningkatan produksi domestik, dan pengembangan energi terbarukan, sehingga punya kapasitas menahan tekanan harga energi lebih lama, meski tetap terdampak jika harga bertahan tinggi.

Ke depan, wacana “mengambil minyak” cenderung menambah premi risiko dan memperpanjang ketidakpastian kebijakan. Untuk minyak, retorika yang mengarah pada kontrol paksa atas aset energi dapat menjaga volatilitas tetap tinggi selama isu Hormuz dan eskalasi belum mereda. Untuk emas, peningkatan risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan biasanya menopang permintaan lindung nilai, tetapi ruang kenaikan dapat dibatasi bila ekspektasi suku bunga AS bertahan tinggi akibat inflasi energi. Untuk dolar, arus safe haven berpotensi tetap mendukung penguatan jangka pendek, terutama saat pasar global mengurangi eksposur risiko.

5 Poin Terpenting :

- Trump mengemukakan gagasan mengambil alih minyak Iran dan mengaitkannya dengan manfaat ekonomi/politik bagi AS.

- Di lingkar pembahasannya, kontrol atas energi Iran dipandang bisa menambah leverage AS terhadap China.

- Penutupan efektif/terganggunya Hormuz dalam perang meningkatkan tekanan pasokan dan memperkuat sensitivitas harga energi.

- Operasi penguasaan sektor energi Iran dinilai sangat besar dan berisiko memunculkan pertanyaan hukum serta biaya politik domestik.

- Pejabat Gedung Putih menyebut belum ada rencana formal dan ide itu bukan bagian dari program saat ini.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai