Trump Tegaskan Tenggat Selasa untuk Iran, Ancam Serangan Lebih Berat Jika Hormuz Tak Dibuka
Presiden AS Donald Trump dalam pernyataan publik terbarunya mengatakan tenggat bagi Iran untuk mencapai kesepakatan tetap final hingga Selasa malam waktu AS, dengan fokus utama pada pembukaan kembali Selat Hormuz. Trump menilai proposal Iran merupakan “langkah signifikan” namun “belum cukup,” dan ia menegaskan tidak berencana memperpanjang batas waktu tersebut dan masih belum tahu kapan perang ini akan berakhir.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump meningkatkan nada ancaman dengan menyatakan Iran bisa “dihabisi dalam satu malam,” sambil mengindikasikan langkah itu dapat terjadi pada Selasa malam jika tidak ada kesepakatan. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, menurut Reuters, juga menyebut serangan akan makin intens, dengan hari Senin disebut sebagai salah satu fase serangan terberat sejak kampanye dimulai.
Washington menempatkan Selat Hormuz sebagai isu kunci karena jalur tersebut biasanya menjadi rute penting bagi pasokan energi global. Iran menutup selat itu secara efektif sebagai respons atas serangan AS dan Israel, dan kondisi ini terus menjadi titik tekan utama dalam negosiasi tidak langsung yang dilaporkan melibatkan Pakistan sebagai perantara.
Perkembangan ini muncul ketika upaya mediasi mengemuka, termasuk gagasan gencatan senjata sementara yang akan diikuti pembicaraan lebih luas. Namun, Trump menyatakan belum menyetujui kerangka tersebut dan operasi militer AS terhadap Iran masih berlanjut, menjaga ketidakpastian tinggi bagi pasar energi dan sentimen risiko global.
Selain itu, pernyataan Trump mempertegas bahwa isu Selat Hormuz tetap menjadi “titik kunci” dalam kalkulasi Washington, karena jalur tersebut berfungsi sebagai simpul distribusi energi global dan menjadi sumber volatilitas utama di pasar. Dengan tenggat yang semakin dekat, pelaku pasar cenderung memperlakukan setiap pernyataan resmi sebagai pemicu pergerakan cepat pada minyak, dolar AS, dan aset berisiko, terutama ketika sinyal kebijakan bergeser dari opsi diplomasi ke bahasa ancaman.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada dua hal: apakah ada tanda pembukaan kembali jalur pelayaran atau pengaturan lalu lintas yang bisa meredakan gangguan, serta apakah Gedung Putih memberi detail lebih jelas tentang jalur negosiasi yang sedang berjalan. Pasar juga akan memantau respons Iran terhadap tenggat Selasa, karena eskalasi atau deeskalasi dari kedua pihak berpotensi menentukan arah harga energi, inflasi, dan ekspektasi kebijakan moneter dalam jangka pendek.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id