• Mon, Apr 6, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

6 April 2026 07:33  |

Ultimatum Trump ke Iran Tekan Hormuz, Risiko Pasokan Dorong Minyak Tetap Berpremi

Ketegangan AS-Iran kembali menambah premi risiko di pasar energi setelah Presiden Donald Trump melontarkan ultimatum baru terkait pembukaan Selat Hormuz. Iran menolak tuntutan tersebut dan menyatakan jalur pelayaran itu baru akan dibuka penuh setelah kerusakan akibat perang “dikompensasi”.

Trump menyebut akan menargetkan pembangkit listrik Iran mulai Selasa dan menyampaikan adanya tenggat baru pada Selasa malam, serta rencana konferensi pers pada Senin siang. Pernyataan itu muncul setelah militer AS mengevakuasi seorang penerbang yang hilang lebih dari sehari sejak jet tempurnya ditembak jatuh dalam misi tempur.

Iran, di sisi lain, melanjutkan serangan ke target energi di negara-negara Teluk. Dalam narasi yang beredar, serangan dilaporkan menyasar fasilitas terkait sektor minyak Kuwait, termasuk insiden kebakaran di kantor pusat perusahaan minyak negara, serta gangguan di fasilitas pengolahan dan petrokimia.

Arus pelayaran di Hormuz disebut masih jauh di bawah kondisi normal. Media semi-resmi Iran melaporkan 15 kapal mendapat izin melintas dalam 24 jam terakhir, namun jumlah itu sekitar 90% lebih rendah dibanding sebelum konflik, menandakan hambatan logistik masih nyata meski tidak sepenuhnya berhenti.

Iran juga mengumumkan Irak dikecualikan dari pembatasan pengapalan, membuka peluang arus kargo Irak meningkat. Namun pejabat Irak menekankan realisasi volume tetap bergantung pada kesiapan perusahaan pelayaran mengambil risiko melewati titik sempit tersebut, di tengah pertimbangan keamanan serta biaya asuransi dan pengiriman.

Tekanan di pasar tidak hanya berasal dari potensi gangguan pasokan mentah, tetapi juga dari lonjakan biaya produk olahan seperti jet fuel dan diesel yang berisiko memperpanjang tekanan inflasi. Dalam konteks itu, OPEC+ disebut menaikkan kuota produksi Mei secara simbolik saat perang membatasi produksi dan pengiriman dari sejumlah anggota besar.

Di AS, harga bensin rata-rata nasional dilaporkan menembus US$4 per galon untuk pertama kalinya sejak 2022, menambah sensitivitas politik menjelang pemilu paruh waktu November. Ke depan, pasar akan memantau realisasi tenggat yang disebut Trump, perkembangan diplomasi (termasuk peran Oman), serta data pergerakan kapal dan risiko serangan lanjutan terhadap infrastruktur energi di kawasan. 

5 poin inti :

- Trump mengeluarkan ultimatum baru dan menyebut tenggat terkait pembukaan Selat Hormuz, disertai ancaman terhadap infrastruktur listrik Iran.

- Iran menolak dan mengaitkan pembukaan penuh Hormuz dengan kompensasi kerusakan perang.

- Konflik meningkatkan risiko pada aset energi kawasan, termasuk laporan serangan terhadap fasilitas minyak dan petrokimia di negara Teluk.

- Lalu lintas kapal di Hormuz masih jauh di bawah normal; 15 kapal disebut melintas dengan izin, sekitar 90% lebih rendah dari sebelum konflik.

- Lonjakan biaya produk olahan dan bensin AS di atas US$4/galon memperbesar risiko inflasi, sementara respons pasokan (OPEC+) dinilai terbatas.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai