• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

30 October 2025 12:43  |

Harga Perak Ikut Mendapat Tekanan, Pasar Tunggu Sinyal Baru dari Dolar dan The Fed

Harga perak dunia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (30/10), di tengah tekanan penguatan dolar Amerika Serikat dan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) selanjutnya. Meskipun logam mulia ini sempat mendapat dukungan dari permintaan industri dan kekhawatiran pasokan global.

Menurut data Investing.com, harga perak spot berada di kisaran US$47,52 per troy ounce, turun sekitar 0,6% dibanding sesi sebelumnya. Penurunan ini terjadi seiring penguatan dolar AS, yang kembali menarik minat investor setelah imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS naik menyusul pernyataan pejabat The Fed yang cenderung hati-hati dalam melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga.

“Investor mulai menahan diri karena tidak ada sinyal baru yang jelas dari The Fed. Dolar yang kembali stabil membuat harga perak sedikit terkoreksi,” ujar analis logam mulia dari FXEmpire, Edward Moya, dikutip Selasa.

Di sisi lain, prospek jangka menengah perak masih dinilai positif karena meningkatnya permintaan dari sektor industri, terutama untuk panel surya, kendaraan listrik, dan semikonduktor. Laporan dari International Energy Agency (IEA) memperkirakan kebutuhan perak industri dapat meningkat hingga 20% pada 2026, seiring transisi energi global. Namun, analis memperingatkan bahwa kenaikan harga yang terlalu cepat dalam beberapa pekan terakhir berpotensi memicu aksi ambil untung (profit taking).

Dari sisi teknikal, pergerakan harga perak masih menghadapi tekanan jangka pendek. Indikator exponential moving average (EMA) 50 hari menunjukkan tren melemah dengan resistance terdekat di US$49,00 dan support kuat di sekitar US$46,00 per troy ounce. Jika harga menembus di bawah area tersebut, potensi penurunan lanjutan ke level US$45,50 masih terbuka. Sebaliknya, penembusan di atas US$49 bisa memicu rebound ke kisaran US$50–US$51.

“Momentum teknikal saat ini agak negatif, tapi struktur jangka menengah tetap sehat selama harga tidak jatuh di bawah US$46,” tulis laporan harian DailyForex.

Secara keseluruhan, pasar perak saat ini bergerak dalam fase konsolidasi dengan bias netral hingga sedikit bearish.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai