Emas Bimbang di Tengah Harapan Pemangkasan Suku Bunga, Pasar Waspadai Koreksi Teknis
Harga emas dunia mengalami pelemahan di awal pekan, , potensi koreksi teknikal masih membayangi setelah reli panjang selama beberapa pekan terakhir.
Fundamental: Harapan Pemangkasan Suku Bunga Dukung Sentimen Emas
Data inflasi Amerika Serikat (CPI) yang dirilis pekan lalu menunjukkan hasil lebih rendah dari ekspektasi, dengan angka tahunan berada di 3,0%, sedikit di bawah perkiraan 3,1%. Angka tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Menurut laporan Reuters, para pelaku pasar kini menilai peluang pemangkasan suku bunga bulan ini mencapai lebih dari 70%, seiring melemahnya tekanan inflasi dan melambatnya pertumbuhan ekonomi.
Analis Fortune menambahkan bahwa, “Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang kembali muncul telah memicu pelarian ke emas, dengan investor mencari aset yang aman di tengah ketidakpastian politik”.
Selain faktor moneter, ketegangan politik di Washington akibat shutdown pemerintahan AS turut mendorong minat terhadap aset safe haven seperti emas. Pemerintah masih belum mencapai kesepakatan anggaran, menambah ketidakpastian terhadap arah ekonomi AS.
“Ketidakpastian fiskal dan kebijakan moneter yang lebih longgar menciptakan kombinasi ideal bagi emas untuk bertahan kuat di level tinggi,” tulis Business Insider dalam laporannya, Senin (27/10).
Tekanan Koreksi Masih Mengintai
Meskipun sentimen jangka menengah tetap positif, beberapa analis memperingatkan potensi koreksi teknikal. Setelah mencetak rekor tertinggi di atas US$4.100 per troy ounce, harga emas mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan beli (overbought).
FXStreet mencatat bahwa emas kini bergerak dalam pola segitiga simetris (symmetrical triangle) di grafik empat jam, dengan kisaran pergerakan antara US$4.040–4.150. Jika harga gagal menembus batas atas pola tersebut, peluang pullback menuju US$4.000–3.950 terbuka lebar.
"Emas masih dalam kondisi terbebani setelah rekor relinya. Pullback kecil di bawah US$4.012 akan menjadi hal yang sehat bagi pasar sebelum kenaikan berikutnya," tulis MarketPulse dalam analisis teknikalnya hari ini.
Level Kunci: US$4.000 Jadi Pertahanan Utama
Secara teknikal, area US$4.000 kini menjadi support psikologis dan pivot penting bagi trader. Sementara itu, US$4.050–4.100 menjadi area resistance kuat yang menentukan arah lanjutan tren.
Jika harga menembus di atas US$4.100, potensi kenaikan menuju rekor baru akan terbuka. Namun bila tekanan jual meningkat, harga bisa terkoreksi ke area US$3.900 dalam jangka pendek.
Indikator RSI juga menunjukkan kondisi jenuh beli, sementara MACD mulai melandai — menandakan momentum penguatan mulai melemah.
Prospek ke Depan: Emas Masih Didukung Faktor Makro
Dalam jangka menengah, prospek emas tetap positif. Ekspektasi pemangkasan suku bunga, pelemahan dolar AS, dan kekhawatiran geopolitik memberi dukungan kuat bagi aset logam mulia tersebut.
Namun, analis memperingatkan agar investor tetap berhati-hati menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 29 Oktober. Jika The Fed mengirimkan sinyal lebih hati-hati atau menunda pemangkasan, emas berpotensi terkoreksi lebih dalam.
“Kami melihat risiko jangka pendek pada emas, namun tren jangka menengah tetap bullish selama harga bertahan di atas level US$4.000,” ujar analis logam mulia dari OANDA, Edward Moya, dikutip dari Reuters.
Kesimpulan
Untuk hari ini, emas masih cenderung bergerak dalam pola konsolidasi di antara US$4.000–4.100, dengan bias positif menjelang keputusan The Fed. Pelaku pasar disarankan mencermati sinyal fundamental baru, terutama dari komentar pejabat bank sentral dan perkembangan politik di AS.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id