Trump Buat Emas Susah Turun
Harga emas dunia mengalami kenaikan tipis pada perdagangan hari ini walaupun sebelumnya sempat terseret turun oleh penguatan dolar AS dan ketidakpastian arah kebijakan moneter dari Federal Reserve.
Penguatan dolar AS secara langsung menekan harga emas karena logam mulia ini dihargakan dalam USD. Dengan kata lain, harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli internasional.
Investor kini mengalihkan perhatian pada keputusan Presiden Trump dalam mengangkat pejabat baru di Federal Reserve, yang bisa memengaruhi kebijakan suku bunga ke depan. Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas penurunan suku bunga The Fed pada bulan September mencapai 87%, dipicu oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan.
Di sisi permintaan, World Gold Council (WGC) melaporkan bahwa permintaan emas global naik 3% dibanding tahun lalu, ditopang aliran masuk ke ETF emas dan pembelian oleh bank sentral. Namun, permintaan dari sektor perhiasan, terutama di India dan Tiongkok, justru mengalami penurunan akibat harga tinggi dan pelemahan ekonomi domestik.
Dari sisi teknikal, tren emas tetap dalam pola bullish kuat. Indikator RSI berada di kisaran 60–62, menunjukkan momentum positif meski mulai mendekati area jenuh beli. Moving Average 50 dan 200 hari masih mendukung tren naik, serta harga emas berada di atas garis EMA yang bertindak sebagai support dinamis.
Level resistance terdekat berada di $3.380–$3.390, sementara support kuat terlihat di area $3.340–$3.350. Jika harga mampu menembus resistance tersebut, peluang emas kembali menguat menuju $3.400 semakin besar.
Secara keseluruhan, meski hari ini harga emas mengalami pelemahan kecil, sentimen jangka menengah hingga panjang tetap positif. Ketidakpastian arah suku bunga, tekanan geopolitik, dan permintaan dari investor institusional masih menjadi pendorong utama.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id