Minyak Brent Masih di Jalur Konsolidasi, Breakout Tunggu Pemicu Baru
Harga Brent naik ke sekitar US $70,28/barel pada perdagangan terbaru, didorong oleh kesepakatan dagang AS–UE dan harapan perpanjangan perundingan tarif AS–China, yang memperbaiki prospek permintaan minyak global.
Permintaan global mengalami perlambatan pertumbuhan dengan OPEC dan IEA meramalkan pertumbuhan permintaan minyak dunia hanya sekitar 700.000–1,29 juta bpd pada 2025—level terendah sejak 2009. Walaupun impor Asia naik, pertumbuhan permintaan tetap moderat.
Laporan terbaru memperlihatkan penarikan stok minyak global dan gangguan pasokan potensial di Timur Tengah (misalnya ancaman terhadap jalur pengiriman kapal perusak oleh kelompok Houthi di Yaman), memberikan dukungan harga mendekati level $70.
Di sisi pasokan, OPEC+ sedang meningkatkan produksi, dengan rencana tambahan 548.000 bpd pada Agustus dan kemungkinan lebih lanjut di September, yang berpotensi menciptakan surplus pasokan.
Sampi saat ini permintaan global melemah, tetapi garis perdagangan dan geopolitik memberi tekanan terbatas. Pasar berada dalam konsolidasi sempit, Jika menembus di atas $69,10, target selanjutnya di $77–$78 (resistance jangka menengah). Jika gagal bertahan di support sekitar $66,10, potensi tekanan ke $64 atau lebih rendah.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id