Pasar Tunggu Keputusan The Fed, Emas Konsolidasi di Zona Positif
Emas dunia mencatat penurunan tipis pada perdagangan Selasa (22/7) pagi ini, didorong oleh sedikit penguatan pada dolar AS ditengah ketidakpastian geopolitik dan potensi kebijakan tarif AS terhadap Uni Eropa.
Harga emas spot tercatat stabil di kisaran US$3.385 per ons troy, melanjutkan tren positif kemarin.
Pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,6% semalam menjadi salah satu katalis utama penguatan harga emas. Dolar yang lebih lemah membuat emas lebih murah bagi investor dengan mata uang selain dolar, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia tersebut.
Selain itu, komentar dari pejabat Federal Reserve yang cenderung dovish, meskipun belum mengindikasikan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, turut menopang sentimen pasar terhadap emas.
“Pasar saat ini lebih fokus pada arah kebijakan The Fed ke depan daripada keputusan suku bunga jangka pendek. Ini menjaga minat terhadap emas tetap tinggi,” ujar analis dari Moon-ForexAcademy seperti dikutip dari TradingView.
Investor juga memantau ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, menjelang deadline 1 Agustus terkait pengenaan tarif ekspor baja dan aluminium. Ancaman perang dagang ini mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas.
Di sisi lain, meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah dan ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global juga memperkuat posisi emas sebagai lindung nilai terhadap risiko sistemik.
Level support kuat berada di kisaran US$3.364–3.375, sementara resistance utama berada di US$3.400 dan US$3.435. Jika harga mampu menembus zona resistance tersebut, emas berpotensi melanjutkan penguatan ke level tertinggi baru dalam bulan ini.
Meski belum ada kepastian terkait arah kebijakan The Fed atau keputusan tarif dagang AS, pasar emas tampaknya akan tetap didukung oleh arus modal ke aset defensif. Investor disarankan tetap waspada terhadap fluktuasi dolar dan rilis data ekonomi AS minggu ini.(mrv)
Sumber : Newsmaker