Kenapa Emas & Perak Turun? Ini Jawaban dari Dolar dan The Fed!
Harga emas dan perak tergelincir pada perdagangan hari Selasa (8/7) dan melanjutkan penurunannya di sesi Asia pagi ini, di tengah penguatan dolar AS dan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang rilis risalah rapat FOMC. Komentar hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve turut menekan harga logam mulia, yang selama ini diandalkan sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Dolar AS melonjak setelah indeks DXY naik menyusul ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menunda pemangkasan suku bunga. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas dan perak lebih mahal bagi pembeli global, sehingga permintaan terhadap logam mulia menurun.
Beberapa pejabat bank sentral AS, termasuk Loretta Mester dan Neel Kashkari, menyatakan bahwa inflasi AS masih belum cukup jinak untuk memberi ruang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
“Kami membutuhkan bukti lebih konsisten bahwa inflasi bergerak ke target 2% sebelum bertindak,” kata Mester dalam pernyataan pers.
Hal ini membuat pelaku pasar mengurangi eksposur mereka terhadap aset non-yielding seperti emas dan perak.
Harga emas dan perak sebelumnya sempat naik cukup tinggi, sehingga banyak investor mengambil keuntungan menjelang rilis risalah FOMC pada Rabu malam waktu AS (Kamis pagi WIB). Aksi ambil untung ini turut menekan harga.
Pasar kini menantikan risalah rapat FOMC Juni yang akan dirilis malam ini (9 Juli waktu AS). Investor mencari petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
Jika risalah FOMC menunjukkan sikap dovish atau keinginan Fed untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat, maka harga emas dan perak berpotensi rebound.
Namun, jika risalah justru menunjukkan bahwa Fed tetap berhati-hati dan hawkish, maka logam mulia bisa lanjut melemah.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id