Emas Bergerak Ragu, Pasar Tunggu Balasan Iran dan Arah Dolar
harga emas mengawali pekan ini dengan penuh kehati-hatian dengan harga energi yang lebih tinggi dapat membuat ditundanya penurunan suku bunga The Fed dan memperkuat dolar, sementara itu ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan dan bervariasi kemungkinan akan terus mendukung dan mencegah harga dari koreksi yang lebih dalam.
Eskalasi terbaru dalam serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran telah menyulut kekhawatiran di pasar global, namun investor bersikap waspada, dan masih menunggu Iran untuk melakukan aksi nyata. Penguatan dolar di awal pekan ini membatasi kenaikan emas karena logam ini menjadi lebih mahal bagi mata uang lain.
Di sisi lain Sentimen safe-haven yang didorong oleh bank sentral global dan investasi ETF diperkirakan terus menopang harga, bahkan jika tensi global mereda. Permintaan fisik dari sektor perhiasan dan industri—seperti elektronik dan energi terbarukan—juga membantu menjaga tekanan bawah harga sementara Prospek kebijakan moneter AS tetap menjadi faktor utama. Tekanan inflasi dan data ketenagakerjaan kuat masih berpotensi menunda pemangkasan suku bunga, walau downgrade mulai terlihat .USD yang kuat akibat kebijakan Fed mendorong investor berhati-hati membeli emas dalam jangka pendek.
Support teknikal di kisaran US$3.348–3.324 per ounce sudah terbukti bertahan; jika tembus, bisa uji US$3.300.
Resistance masih di area US$3.380–3.400, pergerakan naik ke titik ini akan menunjang potensi rebound jangka pendek
Target jangka menengah hingga panjang tetap optimis: US$3.900 dalam 12 bulan, atau bahkan US$4.000+ jika eskalasi geopolitik kembali meningkat.
Sumber : (mrv@Newsmaker)