Gold Coba Rebound, FOMC Minutes Jadi Penentu Arah Berikutnya
Harga emas mencoba rebound pada perdagangan Rabu setelah mengalami koreksi tajam pada sesi sebelumnya. XAU/USD bergerak di sekitar area US$4.350–US$4.360 per troy ons setelah sempat turun ke kisaran US$4.326. Pergerakan ini menunjukkan buyer mulai kembali masuk di area bawah, meski momentum bullish belum sepenuhnya pulih karena harga masih berada di bawah zona resistance penting.
Dari sisi fundamental, emas mendapat sedikit dukungan setelah yield Treasury AS mulai turun dari puncaknya. Yield tenor 10 tahun berada di sekitar 4,71%, sementara tenor 30 tahun turun dari level tertinggi sejak 2007. Penurunan yield membantu mengurangi tekanan terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Selain itu, pasar masih memperkirakan peluang sekitar 65% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada September setelah data tenaga kerja, inflasi, dan Retail Sales AS menunjukkan pelemahan.
Namun, kenaikan harga minyak dan ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi faktor yang membatasi penguatan emas. Brent masih berada di atas US$91 per barel karena kebuntuan AS-Iran dan gangguan di Selat Hormuz. Geopolitik memang dapat meningkatkan permintaan safe haven terhadap emas, tetapi kenaikan minyak juga berisiko kembali mendorong inflasi dan yield, sehingga efeknya terhadap gold saat ini cenderung dua arah.
Secara teknikal, struktur jangka pendek emas masih berada dalam fase koreksi. Area US$4.360–US$4.365 menjadi resistance terdekat, kemudian US$4.380 dan level psikologis US$4.400. Jika buyer mampu membawa harga menembus area tersebut, peluang rebound menuju US$4.420–US$4.435 kembali terbuka. Sebaliknya, area US$4.330–US$4.325 menjadi support penting, dan penembusan di bawah zona ini dapat membawa tekanan jual menuju US$4.300.
Fokus utama pasar hari ini tertuju pada risalah FOMC Juli yang dijadwalkan dirilis dini hari waktu Indonesia. Investor akan mencari petunjuk mengenai seberapa kuat perbedaan pandangan di internal The Fed setelah tiga anggota sebelumnya memilih kenaikan suku bunga. Risalah yang hawkish berpotensi kembali mengangkat dolar dan yield, sementara nada yang lebih wait-and-see dapat memperkuat rebound emas.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id