• Wed, Aug 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 August 2026 21:39  |

Dolar Jatuh ke Level Terendah Sejak Mei, Buyback Treasury Picu Reli Obligasi

Dolar AS melemah tajam pada perdagangan Rabu dan mencatat penurunan harian terbesar dalam sekitar tiga pekan. Bloomberg Dollar Spot Index sempat turun hingga 0,7%, membawa greenback ke level terendah sejak pertengahan Mei. Dolar melemah terhadap seluruh mata uang utama, sementara franc Swiss, krona Swedia, dan yen menjadi beberapa mata uang yang mencatat penguatan paling besar.

Tekanan terhadap dolar muncul setelah Departemen Keuangan AS secara tak terduga mengumumkan peningkatan program pembelian kembali atau buyback obligasi jangka panjang. Langkah tersebut memicu reli di pasar Treasury dan membantu menurunkan yield obligasi tenor 30 tahun sekitar 8 basis poin setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 2007.

Kebijakan Treasury dipandang sebagai sinyal bahwa pemerintah mulai lebih serius merespons tekanan di pasar obligasi. Lonjakan yield sebelumnya dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap utang federal AS, risiko inflasi, perang dengan Iran, serta besarnya kebutuhan pembiayaan korporasi untuk investasi kecerdasan buatan. Kondisi tersebut sebelumnya membuat investor meminta premi yang lebih tinggi untuk memegang obligasi jangka panjang.

Penurunan yield kemudian ikut menekan dolar karena daya tarik imbal hasil aset AS berkurang. Greenback juga menghadapi tekanan tambahan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan belum akan menaikkan suku bunga sebelum Desember. Pasar kini menunggu FOMC Minutes untuk menilai seberapa kuat dukungan terhadap pengetatan lanjutan dan bagaimana pejabat Fed melihat risiko inflasi.

Yen Jepang menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari pelemahan dolar. USD/JPY sempat turun hingga sekitar 158,17, membawa yen ke level terkuat dalam lebih dari satu pekan. Pergerakan tersebut juga memberikan sedikit ruang bagi mata uang Jepang setelah sebelumnya kesulitan mempertahankan penguatan dari intervensi bersama AS-Jepang di pasar valuta asing.

Analisis Newsmaker: pelemahan dolar saat ini datang dari kombinasi yang cukup kuat, yakni penurunan yield Treasury dan berkurangnya ekspektasi Fed hike. Jika buyback Treasury mampu menjaga yield jangka panjang tetap terkendali dan FOMC Minutes tidak terlalu hawkish, tekanan terhadap dolar berpotensi berlanjut. Kondisi ini dapat menjadi katalis positif bagi emas, euro, poundsterling, serta yen. Namun, jika risalah Fed kembali menonjolkan risiko inflasi dan membuka peluang kenaikan suku bunga, dolar masih berpotensi melakukan rebound dari level rendah saat ini.(gn)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai