Fenomena “Sell America”: Kenapa Dolar Tertekan dan Emas Terus Menguat?
Dalam beberapa waktu terakhir, pasar global ramai membicarakan istilah “Sell America”. Fenomena ini menggambarkan kondisi ketika investor dunia mulai mengurangi kepemilikan aset berbasis Amerika Serikat, mulai dari dolar AS, saham, hingga obligasi pemerintah AS. Dampaknya cukup terasa: dolar melemah, sementara harga emas justru melonjak ke level tinggi.
Istilah Sell America muncul ketika kepercayaan investor terhadap arah kebijakan AS sedang menurun. Saat ini, sentimen tersebut dipicu oleh berbagai faktor, seperti meningkatnya ketegangan geopolitik, kebijakan luar negeri yang agresif, serta ketidakpastian arah ekonomi AS. Retorika Presiden Donald Trump terkait Greenland, ancaman tarif terhadap Eropa, dan potensi konflik dagang baru membuat investor global menjadi lebih berhati-hati.
Ketika investor mulai menjual aset AS, efek langsungnya adalah pelemahan dolar. Banyak investor memilih menarik dana dari pasar AS dan mengalihkan modal ke wilayah atau instrumen lain yang dianggap lebih stabil. Akibatnya, pasokan dolar di pasar meningkat, sementara permintaannya menurun, sehingga nilai tukar dolar tertekan.
Di sisi lain, kondisi ini justru menguntungkan emas. Emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang biasanya diburu saat ketidakpastian meningkat. Selain itu, emas diperdagangkan dalam denominasi dolar AS. Ketika dolar melemah, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor global, sehingga permintaan meningkat dan mendorong harga emas naik lebih tinggi.
Fenomena Sell America juga diperkuat oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga. Suku bunga yang lebih rendah membuat imbal hasil aset berbasis dolar menjadi kurang menarik. Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung memilih emas yang tidak bergantung pada bunga, tetapi memiliki nilai perlindungan terhadap inflasi dan risiko geopolitik.
Secara sederhana, alurnya dapat digambarkan sebagai berikut: meningkatnya ketidakpastian AS mendorong investor menjual aset Amerika, dolar melemah, dan dana global berpindah ke aset aman seperti emas. Selama narasi Sell America masih bertahan, tekanan terhadap dolar berpotensi berlanjut, sementara emas tetap mendapat dukungan kuat.
Bagi pelaku pasar dan trader, memahami fenomena ini penting karena pergerakan emas yang kuat saat ini bukan semata faktor teknikal, melainkan hasil dari rotasi dana global dan perubahan sentimen besar. Selama kepercayaan terhadap aset AS belum pulih, emas berpotensi tetap menjadi primadona di pasar keuangan global.
Sumber : Newsmaker.id