• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

8 January 2026 12:38  |

Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis, Tekanan Pasokan dan Permintaan Jadi Fokus Pasar

Harga minyak mentah dunia bergerak tipis pada perdagangan hari ini dengan kecenderungan melemah, di tengah dinamika pasar yang didorong oleh kombinasi faktor fundamental dan teknikal. Pergerakan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap surplus pasokan global sekaligus sinyal permintaan yang masih lemah.

Secara fundamental, pasar minyak sedang menghadapi tekanan kuat dari sisi pasokan. Gejolak geopolitik baru-baru ini, termasuk rencana pasokan minyak dari Venezuela ke pasar global, dipandang sebagai faktor yang dapat menambah volume pasokan dan menekan harga. Para analis menilai bahwa aliran pasokan ekstra tersebut berpotensi memperkuat posisi minyak di bawah tekanan turun, terutama jika pasokan tersebut berhasil memasuki pasar dengan skala besar.

Lebih jauh, pakar energi memperkirakan Amerika Serikat berupaya menekan harga minyak di bawah level psikologis tertentu pada tahun ini melalui strategi penyaluran jutaan barel minyak dari Venezuela. Langkah ini dinilai sebagai salah satu upaya untuk menurunkan biaya energi domestik sekaligus mengatasi tekanan pasar.

Kondisi pasokan global yang sangat longgar turut didukung oleh data dari lembaga internasional yang menunjukkan surplus minyak yang cukup signifikan serta produksi energi yang masih tinggi dari berbagai negara produsen utama. Surplus tersebut menjadi salah satu alasan mengapa harga minyak mengalami tekanan struktural, meskipun ada beragam ketidakpastian geopolitik di berbagai kawasan.

Permintaan global juga menjadi faktor kunci dalam pergerakan harga. Arah pertumbuhan ekonomi yang moderat, terutama di negara-negara konsumen besar seperti China dan AS, membuat proyeksi permintaan minyak menjadi kurang optimis. Ketidakpastian ekonomi ini menambah tekanan pada harga, karena investor masih menunggu konfirmasi peningkatan permintaan sebelum mengambil posisi bullish yang kuat.

Teknikal: Tekanan Turun Masih Dominan, Support Kritis Dipantau Trader

Dari sisi teknikal, pergerakan harga minyak saat ini menunjukkan sentimen bearish jangka pendek hingga menengah. Harga Brent dan West Texas Intermediate (WTI) masih berada di bawah beberapa level resistance penting, yang menunjukkan bahwa tekanan jual masih dominan di pasar. Sebelum terjadi pembalikan tren yang signifikan, trader melihat beberapa level kunci sebagai acuan.

Level resistance teknikal utama diperkirakan berada di kisaran area yang mencakup 60–61 dolar AS per barel untuk WTI, dan sekitar level harga psikologis yang sama untuk Brent. Kegagalan harga untuk menembus area ini menunjukkan bahwa momentum bullish masih lemah dan tekanan turun masih kuat.

Di sisi lain, support teknikal yang menjadi fokus pasar berada di kisaran level 58–59 dolar AS per barel untuk Brent. Jika harga menembus di bawah support ini secara signifikan, analis teknikal memperkirakan bahwa penurunan berikutnya dapat berlanjut dengan memperluas pelemahan ke level yang lebih rendah. Sebaliknya, jika support ini mampu bertahan, rebound teknikal sementara dapat terjadi sebelum tren jangka panjang jelas terbentuk.

Momentum indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) juga memperlihatkan tekanan jual yang masih kuat dibandingkan pembelian, menguatkan pandangan bahwa tren turun jangka pendek masih menguasai pergerakan harga minyak saat ini di pasar global.

Outlook Pasar: Waswas Menunggu Data Permintaan dan Keputusan Produsen

Pelaku pasar kini menantikan data permintaan minyak terbaru dari ekonomi utama serta keputusan kebijakan produksi dari OPEC+ dalam pertemuan mendatang. Pasar juga memperhatikan keputusan politik dan kebijakan energi global yang bisa mengubah arah pasokan atau permintaan minyak dalam waktu dekat.

Sampai jelasnya arah baru terbentuk, sentimen pasar minyak diperkirakan tetap berhati-hati, dengan volatilitas yang bisa meningkat jika muncul data tak terduga terkait permintaan global atau gangguan pasokan di kawasan-kawasan kunci produksi energi dunia.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

Prospek 2026: 4 Aset, 1 Pertanyaan Besar—Risk On atau Risk...

Arah pasar keuangan global pada 2026 diperkirakan ditentukan oleh kombinasi pertumbuhan ekonomi yang melambat, tren penurunan...

28 December 2025 12:20
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
BIAS23.com NM23 Ai