Harga Emas Terjun Bebas, Selanjutnya Naik atau Turun?
Harga emas dan perak mengalami penurunan signifikan setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa (ATH). Emas, yang sebelumnya diperdagangkan di sekitar $4.550 per ons, kini turun ke sekitar $4.358, sementara perak yang sempat menyentuh $84 per ons kini anjlok ke kisaran $47,3. Penurunan ini mengejutkan pasar, mengingat kedua logam mulia itu menunjukkan performa luar biasa sepanjang tahun.
Salah satu penyebab utama koreksi tajam ini adalah aksi ambil untung setelah reli yang sangat kuat. Investor yang telah menikmati keuntungan besar dari kenaikan harga emas dan perak kini mengambil sebagian laba mereka, sehingga tekanan jual meningkat. Ketidakpastian ekonomi global juga membuat pelaku pasar cenderung lebih berhati‑hati.
Indikator teknis yang menunjukkan harga telah naik terlalu cepat mendorong terjadinya koreksi. Ketika pasar dianggap “overbought,” banyak trader memilih keluar, yang kemudian mempercepat penurunan harga. Situasi ini diperburuk oleh likuiditas pasar yang tipis menjelang akhir tahun, sehingga fluktuasi harga semakin tajam.
Meski terkoreksi tajam, emas dan perak tetap berada di jalur untuk mencatatkan kinerja tahunan terbaik dalam beberapa dekade. Lonjakan harga sebelumnya banyak didorong oleh kebijakan moneter global—termasuk pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS—yang membuat komoditas tanpa imbal hasil seperti emas semakin menarik.
Permintaan untuk logam mulia juga didukung oleh pembelian besar oleh bank sentral dan arus masuk ke dalam ETF (exchange‑traded funds). Hal ini menunjukkan bahwa investor institusional masih melihat emas dan perak sebagai aset safe‑haven, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran inflasi.
Namun, penurunan tajam ini mengingatkan bahwa pasar komoditas tetap volatile. Harga logam mulia sangat dipengaruhi oleh data ekonomi, kebijakan moneter, serta ketegangan geopolitik yang bisa berubah cepat. Investor disarankan tidak hanya melihat tren jangka pendek, tetapi juga faktor fundamental yang lebih luas.
Prediksi Awal Januari 2026: Para analis global memperkirakan bahwa harga emas dan perak bisa kembali menguat pada awal Januari 2026 setelah pasar mencerna data ekonomi awal tahun dan notulen kebijakan moneter. “Kami melihat potensi rebound emas menuju kisaran $4.400‑$4.600 di awal tahun, asalkan data inflasi AS tetap moderat dan suku bunga tetap stabil,” kata seorang analis komoditas senior. Prediksi lain menyebutkan perak bisa kembali menyentuh level $55‑$60 jika permintaan industri dan minat investasi tetap tinggi, meski volatilitas masih diperkirakan tinggi di awal 2026.
Menurut Goldman Sachs, salah satu bank investasi terbesar di dunia, emas diperkirakan akan kembali naik kuat sepanjang 2026 meskipun terjadi koreksi harga tajam belakangan ini. Goldman memproyeksikan harga emas bisa mencapai sekitar $4.900 per ons pada Desember 2026—sekitar naik 14% dari level saat ini dalam skenario dasarnya, didorong oleh permintaan bank sentral yang tetap tinggi dan dukungan dari ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve AS.(asd)
Sumber: Newsmaker.id