Emas Menguat di Atas $4.200, Pasar Waspada Menjelang Keputusan The Fed
Harga emas bergerak stabil dengan kecenderungan menguat di awal pekan ini, bertahan di atas area psikologis US$4.200 per troy ounce pada sesi Asia. Pelaku pasar masih menjadikan logam mulia ini sebagai pilihan utama menjelang keputusan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) yang sangat dinantikan pekan ini. Ekspektasi kuat bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi salah satu penopang utama pergerakan emas, di tengah pelemahan dolar AS dan tanda-tanda melambatnya kinerja ekonomi Amerika.
Dari sisi fundamental, emas diuntungkan oleh kombinasi beberapa faktor: prospek suku bunga yang lebih rendah, dolar AS yang cenderung melemah, serta kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global. Data inflasi berbasis PCE yang masih relatif jinak memberi ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan tanpa tekanan berlebihan. Di saat yang sama, ketidakpastian geopolitik dan risiko ekonomi dunia membuat investor kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Kondisi ini membuat bias emas secara keseluruhan masih cenderung positif, meski ruang volatilitas tetap lebar menjelang pengumuman resmi dari The Fed dan konferensi pers Ketua The Fed, Jerome Powell.
Secara teknikal, pergerakan emas saat ini dapat dikategorikan sideways bullish. Harga masih bertahan nyaman di atas zona US$4.190–US$4.200 yang menjadi support intraday penting. Selama area ini tidak ditembus ke bawah, struktur tren jangka pendek dinilai masih berpihak kepada pembeli. Di sisi lain, pasar juga mengincar area US$4.230–US$4.260 sebagai resistance terdekat. Jika level ini berhasil ditembus dan dipertahankan, peluang untuk menguji kisaran yang lebih tinggi di sekitar US$4.300–US$4.350 akan terbuka lebar.
Namun, jika emas gagal mempertahankan area US$4.190–US$4.200 dan terjadi tekanan jual yang lebih besar, koreksi berpotensi melebar menuju US$4.150 bahkan hingga US$4.100 sebagai zona uji berikutnya. Skenario ini bisa terjadi apabila The Fed menyampaikan pesan yang lebih berhati-hati atau bernada hawkish, misalnya menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga selanjutnya akan sangat bergantung pada data dan tidak akan berlangsung agresif. Dalam kondisi seperti itu, sebagian pelaku pasar mungkin memilih merealisasikan keuntungan setelah reli tajam emas dalam beberapa minggu terakhir.
Untuk sementara, emas berada dalam fase “menunggu” pemicu baru dari bank sentral AS. Pernyataan Powell dan proyeksi ekonomi terbaru The Fed akan menjadi kunci arah pergerakan berikutnya: apakah tren penguatan emas berlanjut dengan dukungan suku bunga yang semakin rendah, atau justru memasuki fase koreksi sehat sebelum melanjutkan tren jangka menengahnya. Bagi investor dan trader, pengelolaan risiko menjadi krusial di fase ini, mengingat sensitivitas emas yang sangat tinggi terhadap setiap perubahan nada kebijakan The Fed.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id