• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

27 November 2025 13:02  |

Investor Wait and See, Emas Melemah Saat Libur Thanksgiving

Harga emas di sesi Asia saat ini melemah terutama karena sentimen risk-on di pasar global. Harapan atas pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember dan optimisme terhadap kemungkinan kemajuan kesepakatan damai Rusia–Ukraina membuat pelaku pasar lebih berani masuk ke aset berisiko seperti saham. Perpindahan aliran dana dari aset safe haven menuju aset berisiko ini otomatis mengurangi minat beli ke emas, sehingga harga terkoreksi dari level tertingginya dalam hampir dua minggu.

Selain itu, pelemahan emas juga dipicu oleh aksi profit-taking setelah reli yang cukup kuat di sesi sebelumnya. Banyak trader memilih mengunci keuntungan ketika harga sudah naik tinggi, sehingga tekanan jual meningkat di sesi Asia. Meski demikian, penurunan ini masih cenderung terbatas karena ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan kecenderungan dolar AS yang lebih lemah tetap menjadi faktor pendukung emas dalam jangka dekat.

Likuiditas Tipis Karena Libur Thanksgiving — Volatilitas Terkendali

Salah satu faktor yang kini turut memengaruhi dinamika pasar emas adalah libur Thanksgiving di AS. Kondisi pasar dengan likuiditas rendah cenderung membatasi pergerakan harga yang ekstrem.

Akibatnya, meskipun sentimen mendasar mendukung emas, harga hari ini diperkirakan bergerak lebih hati-hati. Pergerakan yang terlalu agresif kurang mungkin terjadi dalam kondisi pasar yang sepi.

Outlook & Prediksi Hingga Penutupan Minggu

Dengan latar di atas, berikut prediksi harga emas sampai akhir minggu ini:

Harga emas kemungkinan besar akan berkonsolidasi dalam rentang yang relatif sempit, dengan support dan resistance sekitar USD 4,140–4,170 per ons. Jika pasar tetap tenang dan tidak muncul data besar, emas mungkin bergerak sideways.

Namun, jika ekspektasi pemangkasan suku bunga semakin menguat — atau muncul data ekonomi AS yang mengecewakan — ada potensi emas kembali melanjutkan reli dengan target jangka pendek USD 4,200 per ons.

Di sisi lain, jika dolar AS menguat kembali atau ada isyarat bahwa The Fed menunda pemangkasan, emas bisa tertekan ke bawah level support, memasuki kisaran USD 4,050–4,100.

Saat ini, emas tampak berada dalam posisi bertahan — mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter AS yang longgar, tetapi dibatasi oleh likuiditas rendah karena libur.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai