Benarkah Penurunan Emas Saat ini Lebih Bersifat Teknikal dan Terbatas ?
Harga emas hari ini bergerak stabil di kisaran US$4.000–4.110 per ons, dengan investor menunggu kepastian arah dari kebijakan suku bunga The Fed. Data dari berbagai platform menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan dari penguatan dolar AS, permintaan safe‑haven untuk emas tetap kuat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak geopolitik.
Secara fundamental, emas mendapat dukungan dari dua sisi. Pertama, sebagai logam safe‑haven, emas diminati ketika pasar khawatir terhadap inflasi dan pelemahan mata uang fiat. Kedua, ekspektasi investor terkait suku bunga The Fed menjadi penentu arah. Salah satu yang mendukung adalah meningkatnya jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran kemarin. Jika suku bunga tetap tinggi dan dolar menguat, tekanan bearish tetap ada. Namun analis menekankan bahwa penurunan harga baru-baru ini lebih bersifat teknikal atau profit-taking daripada melemahnya permintaan jangka panjang.
Dari sisi teknikal, emas bergerak dalam rentang US$4.000–4.200 per ons, dengan support penting di US$4.000 dan resistance di US$4.110–4.155. Jika harga menembus resistance dengan momentum kuat, potensi kenaikan menuju US$4.200 terbuka. Sebaliknya, tekanan dari dolar atau sinyal hawkish Fed bisa mendorong harga turun ke support di sekitar US$4.000 atau sedikit di bawahnya. Para trader disarankan menunggu konfirmasi breakout sebelum masuk posisi besar dan menggunakan stop-loss karena volatilitas tinggi.
Outlook emas hari ini condong netral hingga sedikit bullish, dengan peluang kenaikan jika muncul sentimen negatif ekonomi atau geopolitik. Risiko koreksi tetap ada jika dolar menguat atau Fed mengeluarkan sinyal hawkish. Pelaku pasar disarankan menjaga fleksibilitas, memantau level support/resistance, dan menunggu konfirmasi arah sebelum mengambil posisi signifikan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id