Silver Melaju di Tengah Defisit Pasokan & Ekspektasi Moneter
Harga logam mulia silver terus menunjukkan kekuatan dalam beberapa sesi terakhir, setelah menembus level penting US$ 50 per ons. Data teknikal terbaru memperlihatkan bahwa silver berhasil melewati area resistensi sekitar US$ 51,20, membuka potensi lanjut ke US$ 53-54 per ons.
Kondisi ini didukung oleh peran silver yang semakin menonjol sebagai aset industri dan logam safe-haven: permintaan dari sektor tenaga surya, mobil listrik dan elektronik terus meningkat sementara pasokan global mulai menunjukkan tekanan.
Meskipun kondisi makro ekonomi global masih penuh ketidakpastian—termasuk ekspektasi suku bunga tinggi dari Federal Reserve—silver mendapat dorongan dari dua sisi. Pertama, kekuatannya sebagai logam industri membuatnya relatif terlindungi dari pelemahan ekonomi biasa. Kedua, sebagai aset alternatif ketika investor mencari lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan dolar AS. Namun, para analis juga memperingatkan bahwa volume perdagangan yang relatif rendah dan ukuran pasar yang lebih kecil membuat silver lebih rentan terhadap koreksi tajam dibandingkan logam besar lainnya.
Secara teknikal, silver saat ini berada di fase konsolidasi setelah lonjakan 5-14 % dalam beberapa pekan terakhir.
Level support utama teridentifikasi di sekitar US$ 50 per ons—jika tembus ke bawah, sinyal bearish bisa makin kuat. Sementara resistensi penting berada di kisaran US$ 54 per ons; penembusan atas level ini bisa memicu langkah lanjutan menuju zona US$ 55 atau lebih.
Karena volatilitas meningkat, strategi yang disarankan adalah menggunakan stop-loss yang ketat, dan menunggu konfirmasi breakout sebelum membuka posisi besar.
Hari ini, outlook untuk silver adalah netral hingga sedikit bullish, dengan peluang kenaikan masih terbuka—terutama jika ada trigger kuat seperti data inflasi/lembur rendah, pelemahan dolar AS, atau lonjakan permintaan industri. Namun, risiko koreksi tetap nyata, terutama jika volume tidak mendukung atau jika ekspektasi suku bunga tinggi tetap menghinggapi pasar.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id