Tertekan Dolar Kuat, Apa Emas Siap Mantul dari Zona Support?
Harga emas dunia (XAU/USD) cenderung defensif hari ini setelah tiga hari terakhir bergerak melemah. Penguatan Dolar AS menekan kinerja logam mulia ini, seiring pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan Desember. Sejumlah pejabat The Fed memberi sinyal belum yakin untuk buru-buru menurunkan bunga, sehingga daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) berkurang. Meski begitu, kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi AS setelah penutupan pemerintah terpanjang dalam sejarah masih membuat fungsi emas sebagai aset lindung nilai tetap dibutuhkan, sehingga tekanan jual tidak sepenuhnya lepas.
Secara teknikal, emas terlihat kesulitan menembus zona resistance di sekitar US$ 4.150–4.200 per troy ounce, yang saat ini menjadi batas atas pergerakan harga. Di sisi bawah, pasar masih memantau ketat area support di kisaran US$ 4.050–4.000, yang menjadi penahan utama agar tren koreksi tidak berlanjut lebih dalam. Selama harga bertahan di atas zona tersebut, tren besar emas masih dianggap sehat, hanya sedang memasuki fase istirahat atau konsolidasi setelah reli kuat sebelumnya.
Pelaku pasar kini memilih sikap hati-hati sambil menunggu rilis data ekonomi AS yang sempat tertunda, terutama laporan tenaga kerja dan rilis risalah pertemuan The Fed. Data dan sinyal kebijakan ini diperkirakan akan menjadi penentu arah berikutnya: apakah emas akan kembali tertekan jika Dolar AS menguat lebih jauh, atau justru memantul naik tajam jika data menghidupkan kembali harapan pemangkasan suku bunga. Untuk sementara, emas berada di persimpangan — dan pasar dibuat penasaran, apakah buyer akan berhasil mempertahankan benteng support, atau giliran seller yang menang dan menyeret harga lebih rendah.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id