
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 Jepang kembali melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026), turun 0,4% ke kisaran 64.350 poin setelah sebelumnya mencatat penguatan yang didorong optimisme terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Pelemahan tersebut terjadi seiring memudarnya momentum reli saham teknologi serta penurunan kontrak berjangka saham Amerika Serikat setelah sejumlah perusahaan besar Wall Street melaporkan kinerja keuangan yang bervariasi. Investor mulai mempertanyakan apakah investasi besar-besaran dalam pengembangan teknologi AI mampu menghasilkan pendapatan dan keuntungan yang sebanding dengan tingginya biaya yang dikeluarkan perusahaan.
Tekanan jual terutama melanda saham-saham teknologi Jepang, dengan Tokyo Electron merosot 3,7%, Fujikura turun 2,8%, dan Ibiden melemah 2,6%. Sementara itu, Kioxia Holdings terkoreksi 0,9% dan SoftBank Group kehilangan 0,7%. Pelemahan sejumlah perusahaan tersebut mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek industri semikonduktor dan teknologi setelah reli yang berlangsung sebelumnya. Meskipun permintaan infrastruktur AI masih menjadi sumber optimisme pasar, kekhawatiran terhadap valuasi saham dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan mulai membatasi minat beli investor.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia akibat serangan mematikan terhadap fasilitas energi Arab Saudi turut memberikan tekanan terhadap sentimen bursa Jepang. Ketegangan geopolitik Timur Tengah kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan risiko inflasi global. Jepang menjadi salah satu negara yang rentan terhadap kenaikan harga minyak karena ketergantungannya yang tinggi terhadap impor energi dari kawasan Timur Tengah. Apabila harga minyak terus meningkat, biaya produksi dan operasional perusahaan Jepang berpotensi mengalami kenaikan sehingga menekan margin keuntungan. Investor kini mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, pergerakan harga minyak, serta laporan keuangan perusahaan teknologi global untuk menentukan arah Nikkei selanjutnya.