
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 turun 1,3% ke level 64.075 pada penutupan perdagangan Selasa (20/10), sekaligus menyentuh level terendah dalam satu bulan. Tekanan datang dari meningkatnya kekhawatiran terhadap besarnya belanja investasi kecerdasan buatan (AI) dan tingginya biaya pinjaman yang kembali menekan saham-saham teknologi Jepang.
Pergerakan bursa Jepang juga berlawanan dengan rebound Wall Street pada sesi sebelumnya. Saham teknologi domestik tetap menghadapi tekanan jual karena investor kembali mempertanyakan keberlanjutan siklus investasi AI dan potensi dampaknya terhadap valuasi perusahaan.
Sejumlah saham teknologi mencatat penurunan signifikan. SoftBank Group menjadi salah satu yang paling tertekan setelah turun 6%, sementara Fujikura melemah 6,5%, Taiyo Yuden turun 5,1%, Kioxia Holdings terkoreksi 3,4%, dan Tokyo Electron turun 2,6%.
Tekanan juga merambat ke sektor keuangan. Mitsubishi UFJ melemah 3,7%, Mizuho Financial turun 5%, dan Sumitomo Mitsui terkoreksi 3,9%. Pelemahan tersebut menunjukkan tekanan pasar tidak hanya terkonsentrasi pada sektor teknologi, tetapi mulai meluas ke saham-saham finansial.
Perhatian investor juga tertuju pada SoftBank Group setelah spread credit-default swap perusahaan tersebut meningkat ke level tertinggi dalam hampir empat tahun. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebutuhan pendanaan investasi AI SoftBank serta kemungkinan perusahaan melakukan akuisisi besar.
Analisis Newsmaker: Pelemahan Nikkei menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap valuasi dan pembiayaan investasi AI masih menjadi sumber tekanan bagi saham Jepang. Jika biaya pinjaman tetap tinggi dan investor semakin mempertanyakan kemampuan investasi AI menghasilkan keuntungan yang sebanding, saham teknologi berpotensi menghadapi tekanan lanjutan. SoftBank menjadi salah satu titik perhatian utama karena eksposurnya yang besar terhadap ekosistem AI. (asd)
Sumber: Newsmaker.id