
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/JPY bergerak di sekitar 157,05 pada perdagangan Kamis (22/10), melanjutkan tekanan terhadap dolar AS terhadap yen. Pelemahan pasangan ini terjadi ketika investor mulai mengurangi posisi dolar menjelang rangkaian keputusan kebijakan moneter penting pekan depan. Yen sendiri menguat setelah sebelumnya bergerak dalam jarak sempit di sekitar level 158. Reuters
Dari sisi Amerika Serikat, tekanan terhadap dolar muncul karena pasar semakin memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Pelemahan saham terkait AI dan penurunan imbal hasil Treasury juga turut mengurangi daya tarik dolar, meski sikap The Fed yang masih cenderung hawkish membuat potensi penurunan USD/JPY tetap terbatas. Reuters
Sementara itu, yen mulai memperoleh dukungan dari meningkatnya minat terhadap aset domestik Jepang. Investor Jepang tercatat menjual obligasi asing selama lima pekan berturut-turut karena kenaikan imbal hasil domestik membuat obligasi Jepang semakin menarik. Pergeseran aliran dana ini berpotensi mengurangi tekanan penjualan terhadap yen. Reuters
Dari sisi Bank of Japan, pasar masih menunggu kejelasan mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya. Pejabat BoJ sebelumnya menegaskan bahwa inflasi mendasar Jepang sudah mendekati target 2%, sementara tertundanya penyesuaian kebijakan berpotensi menimbulkan risiko bagi perekonomian. Namun, belum ada sinyal kuat bahwa BoJ akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Penelitian MUFG
Perhatian pasar selanjutnya pertemuan pada pertemuan The Fed pada 28 Oktober, yang kemudian disusul rapat BoJ pada 29–30 Oktober. Perbedaan arah kebijakan kedua bank sentral tersebut akan menjadi faktor penting bagi USD/JPY, terutama karena selisih suku bunga AS-Jepang masih menjadi salah satu pendorong utama pasangan ini. TMG Masia
Analisis Newsmaker: USD/JPY saat ini menghadapi tekanan dari melemahnya dolar dan meningkatnya dukungan terhadap yen, tetapi pasangan ini masih memiliki fondasi untuk bertahan karena selisih suku bunga AS-Jepang tetap lebar. Jika The Fed memberi sinyal lebih dovish sementara BoJ membuka peluang kenaikan suku bunga, tekanan semakin besar terhadap USD/JPY berpotensi semakin besar. (asd)
Sumber: Newsmaker.id