
Trending

USD/CHF
Sumber: Newsmaker.id
USD/CHF menghentikan tren penguatan selama tiga hari dan sedikit turun ke kisaran 0,8330 pada sesi perdagangan Asia hari Kamis. Meskipun terjadi koreksi, potensi penurunan pasangan mata uang ini tetap terbatas karena Dolar AS terus mendapat dukungan dari sikap *hawkish* Federal Reserve dan tingginya imbal hasil (*yield*) obligasi Treasury.
Risalah rapat FOMC bulan September mengungkapkan bahwa seluruh 19 pembuat kebijakan mendukung kenaikan suku bunga pada bulan tersebut, dengan mayoritas menilai bahwa kenaikan lebih lanjut mungkin diperlukan sebelum akhir tahun. Meskipun pasar sebagian besar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap pada bulan Oktober, probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Desember masih berada di kisaran 78,3%.
Dolar juga mendapat dorongan dari pemulihan imbal hasil obligasi Treasury AS. Imbal hasil tenor 10 tahun berada di sekitar 5,31%, sementara imbal hasil tenor 30 tahun mencapai sekitar 5,70%—tingkat yang mendekati angka tertinggi sejak tahun 2002. Imbal hasil yang tinggi menjaga daya tarik aset berdenominasi dolar dan membantu membatasi penurunan USD/CHF.
Di sisi Swiss, mata uang Franc menghadapi tekanan akibat prospek kebijakan Swiss National Bank (SNB) yang relatif lebih longgar. Para ekonom umumnya memperkirakan SNB akan mempertahankan suku bunga kebijakannya di level 0%, meskipun pasar uang mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada tahun depan.
Inflasi Swiss memang naik menjadi 1,0% pada bulan September—terutama didorong oleh biaya energi—namun tetap berada dalam kisaran stabilitas harga SNB. Akibatnya, bank sentral tidak menghadapi tekanan signifikan yang mendesak untuk memperketat kebijakan.
Analisis Newsmaker: Koreksi USD/CHF saat ini belum mengindikasikan pembalikan tren yang kuat. Faktor fundamental masih mendukung Dolar, didorong oleh sikap *hawkish* The Fed, tingginya imbal hasil Treasury, dan besarnya kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Perhatian pasar kini beralih pada komentar pejabat The Fed seperti Christopher Waller dan Alberto Musalem untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga AS. (asd)
Sumber: Newsmaker.id