
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar bertahan di atas level 99 pada perdagangan Senin (7/9), setelah sempat rebound pada sesi sebelumnya. Dolar mendapat dukungan dari data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan, meskipun penguatannya masih terbatas. Trading Economics mencatat indeks dolar berada di sekitar 99,14, sedikit melemah sekitar 0,03% pada perdagangan pagi.
Data Non-Farm Payrolls menunjukkan perekonomian AS menambah 162.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di atas perkiraan pasar sebesar 56.000. Angka tersebut juga jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan yang direvisi menjadi 23.000 pada Juli. Tingkat pengangguran tetap bertahan di 4,1%, sementara pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 3,1%.
Kuatnya laporan tenaga kerja membuat pasar kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan September. Pelaku pasar kini memperhitungkan peluang kenaikan bunga sekitar 57%–62%, naik dari sekitar 50% sebelum data pekerjaan dirilis. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat secara umum memberikan dukungan terhadap dolar melalui potensi kenaikan imbal hasil obligasi AS.
Dolar juga mendapat dukungan dari permintaan aset aman setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat selama akhir pekan. Serangan terhadap kapal di kawasan Teluk mendorong harga minyak lebih tinggi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Brent diperdagangkan di sekitar US$96 per barel, sementara kenaikan harga energi berpotensi menambah tekanan harga di Amerika Serikat.
Namun, reli dolar sejauh ini masih relatif terbatas. Reuters mencatat greenback belum mampu mendapatkan dorongan besar dari meningkatnya peluang kenaikan bunga The Fed, karena investor juga mempertimbangkan risiko inflasi akibat konflik Timur Tengah serta kekhawatiran terhadap prospek fiskal AS. Yen justru menguat karena pasar juga meningkatkan ekspektasi kenaikan bunga Bank of Japan.
Fokus pasar kini beralih ke data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini. CPI dan PPI akan memberikan petunjuk penting mengenai apakah tekanan harga cukup kuat untuk mendorong The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat dolar, sementara angka yang lebih rendah dapat kembali mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter.
Dolar saat ini mendapat dukungan fundamental dari pasar tenaga kerja yang kuat dan meningkatnya ekspektasi kenaikan bunga The Fed. Namun, pergerakannya masih cenderung tertahan karena pasar menunggu konfirmasi dari data inflasi. Selama indeks dolar mampu bertahan di atas area 99, momentum penguatan masih terbuka. CPI atau PPI yang kembali panas dapat memperbesar peluang kenaikan bunga September dan mendorong dolar lebih tinggi, sementara inflasi yang melandai berpotensi mengembalikan tekanan jual terhadap greenback.