
Trending
.jpeg)
Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS menekan dolar pada Rabu (4/11). Investor mencermati potensi regulasi AI yang lebih ketat dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Demokrat berhasil menguasai Senate dan House, termasuk merebut sejumlah wilayah yang selama ini menjadi basis kuat Partai Republik.
Tekanan terhadap dolar juga muncul karena pasar menilai regulasi AI yang lebih ketat dapat menghambat investasi pusat data dan belanja terkait AI yang selama ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan AS. Perlambatan ekonomi berpotensi mengurangi kebutuhan kenaikan suku bunga, sehingga mengurangi daya tarik dolar.
Indeks Dolar AS (DXY) turun ke level terendah satu bulan dan berada di sekitar 101,39. Euro menguat 0,53% ke US$1,1251, poundsterling naik 0,55% ke US$1,3485, sementara dolar melemah 0,44% terhadap franc Swiss menjadi 0,8169. Yield Treasury AS 10 tahun juga turun 1,7 basis poin ke 4,933%.
Meski demikian, kemenangan Demokrat belum tentu langsung menghasilkan pelemahan dolar yang berkepanjangan. Proses pengesahan legislasi di tingkat federal tetap menghadapi hambatan karena Presiden Trump masih memiliki hak veto. Pasar juga mulai mengalihkan perhatian kembali kepada fundamental ekonomi, terutama data ekonomi dan arah yield Treasury.
Faktor geopolitik juga tetap menjadi risiko bagi dolar. Jika konflik AS-Iran kembali meningkat, harga minyak berpotensi melonjak dan dapat meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi tersebut justru berpotensi mendukung dolar karena pasar dapat kembali memperkirakan kebijakan moneter AS yang lebih ketat. Harga minyak sendiri turun sekitar 1,3% ke US$102,30 per barel.
Analisis Newsmaker: kemenangan Demokrat menjadi tekanan jangka pendek bagi dolar melalui potensi perlambatan pertumbuhan dan penurunan yield. Namun, arah berikutnya akan kembali ditentukan oleh data ekonomi AS, ekspektasi The Fed, perkembangan AI, dan konflik AS-Iran. Jika yield terus turun dan data ekonomi melemah, tekanan terhadap DXY berpotensi berlanjut. (arl)
Sumber: Newsmaker.id