
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
USD/JPY bergerak melemah pada Rabu (4/11) setelah dolar AS tertekan pasca hasil pemilu paruh waktu AS. Pasangan ini berada di sekitar 158,32, turun 0,25%, setelah sempat menyentuh 157,39. Pelemahan dolar terjadi setelah Demokrat menguasai kedua kamar Kongres AS, meningkatkan kekhawatiran terhadap political gridlock dan ketidakpastian kebijakan fiskal.
Namun, penguatan yen masih terbatas. DXY berada di sekitar 101,40, turun 0,44% dan mendekati level terendah dalam lima pekan. Menurut MUFG/BTMU, hasil pemilu AS diperkirakan tidak banyak mengubah hubungan AS-Jepang, sementara penguatan yen saat ini lebih banyak disebabkan pelemahan dolar daripada perubahan fundamental yen.
Perbedaan suku bunga juga masih menjadi tantangan bagi yen. Suku bunga Bank of Japan berada di 1,25%, sementara sejumlah bank sentral utama lainnya masih mempertahankan kebijakan yang lebih ketat. Selisih imbal hasil tersebut membuat yen tetap kurang menarik bagi investor.
Meski demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap potensi intervensi Jepang. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama sebelumnya menegaskan pemerintah akan mengambil tindakan terhadap pergerakan yen yang dianggap berlebihan atau terlalu spekulatif.
Analisis Newsmaker: pelemahan USD/JPY saat ini lebih mencerminkan tekanan terhadap dolar pasca-midterm daripada penguatan fundamental yen. Selama selisih suku bunga masih lebar, yen menghadapi tekanan struktural. Namun, ancaman intervensi dan kemungkinan perubahan kebijakan Jepang dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan USD/JPY. (arl)
Sumber: Newsmaker.id