
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin kembali kehilangan momentum pada perdagangan Jumat (28/8) setelah sebelumnya sempat menembus US$81.000, level tertinggi lebih dari tiga bulan. Setelah pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole, BTC sempat turun hingga sekitar US$78.400–US$78.600 sebelum kembali bergerak di sekitar US$79.400. Meski terkoreksi, Bitcoin masih mempertahankan sebagian besar reli besar yang terbentuk sejak pertengahan Agustus.
Tekanan muncul setelah Warsh memberikan pesan yang cenderung hawkish. Ia menegaskan inflasi masih terlalu tinggi dan The Fed masih memiliki “pekerjaan yang harus dilakukan” jika tekanan harga tidak bergerak jelas menuju target 2%. Setelah pidato tersebut, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga September melonjak dari sekitar 35% menjadi sekitar 50%–60%, sementara yield Treasury tenor dua tahun naik tajam.
Data inflasi juga belum memberikan ruang besar bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan. Headline PCE Juli berada di 3,7% secara tahunan, sedangkan Core PCE bertahan di 3,3%, jauh di atas target 2%. Dolar ikut menguat setelah pidato Warsh, dengan Dollar Index naik ke sekitar 99,46, sehingga menciptakan tekanan tambahan terhadap aset berisiko seperti Bitcoin dan kripto.
Meski demikian, fundamental menengah Bitcoin belum sepenuhnya berubah. Program buyback obligasi Treasury masih mempertahankan narasi debasement trade, sementara aliran dana institusional juga kuat. ETF spot Bitcoin AS sebelumnya mencatat sekitar US$2,8 miliar inflow dalam delapan sesi berturut-turut, dengan total arus masuk Agustus melampaui US$3 miliar. Optimisme regulasi AS dan sentimen positif dari sektor teknologi setelah laporan Nvidia juga masih menjadi penopang.
Pasar altcoin ikut kehilangan momentum setelah pidato Warsh. Ethereum bergerak di kisaran US$2.477–US$2.500, setelah sempat turun sekitar 1,3% tepat seusai pidato. XRP berada sekitar US$1,40, Solana sekitar US$105, BNB di kisaran US$694–US$700, Cardano sekitar US$0,21, dan Dogecoin sekitar US$0,086. SOL masih relatif kuat setelah sebelumnya mencatat reli dua digit secara mingguan, sedangkan XRP, ADA, BNB, dan DOGE lebih sensitif terhadap naiknya ekspektasi suku bunga AS.
Analisis Newsmaker: untuk jangka pendek, Bitcoin memasuki fase bullish-konsolidatif tetapi dengan tekanan hawkish Fed yang meningkat. Area US$78.000–US$78.500 menjadi support penting; selama bertahan, peluang kembali menguji US$80.000 hingga US$81.300 masih terbuka. Namun, jika ekspektasi rate hike terus naik dan dolar menguat, breakdown US$78.000 dapat membuka koreksi lebih dalam. Sebaliknya, kembalinya arus ETF dan narasi debasement dapat menjaga minat beli ketika tekanan dari Jackson Hole mulai mereda. (arl)
Sumber: Newsmaker.id